tpb@ugm.ac.id +62-274-563-542
"English "Indonesia
ZCD Srimartani
Pelatihan Pembuatan Kompos di kandang kelompok Dusun Petir, Srimartani, Piyungan
July 1, 2011
0

Salah satu program dalam rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat kerjasama antara Jurusan Teknik Pertanian FTP-UGM dengan BAZNAS di desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY adalah program C  yaitu tentang Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Ternak dan Hasil Pertanian Dalam Usaha Konservasi Energi. Sesuai rencana yang telah disusun, maka program C meliputi beberapa kegiatan, salah satunya adalah pelatihan pembuatan kompos.
 
Pelatihan pembuatan kompos telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 juni 2011 di kandang kelompok dusun Petir, desa Srimartani, kecamatan Piyungan, mulai pukul 9.00-14.00 WIB. Pelatihan diikuti oleh 18 peserta yang merupakan wakil dari beberapa kelompok tani ternak yang ada di desa Srimartani. Pelatihan diawali dengan beberapa sambutan yaitu dari Ketua Jurusan Teknik Pertanian, Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M. Eng sebagai ketua tim Pemberdayaan masyarakat, dan sambutan dari bapak Suratman yang mewakili Kepala Desa Srimartani karena berhalangan hadir.
 
 
 
Setelah sambutan-sambutan selesai, acara dilanjutkan pada penjelasan mengenai kompos dan cara pembuatannya. Para peserta juga diberikan modul yang berisi petunjuk pembuatan kompos yang akan dipraktekkan pada pelatihan tersebut. Sebagai trainer adalah dosen dari jurusan Teknik Pertanian, yaitu Dr. Joko Nugroho W.K, STP. M. Eng, Setelah penjelasan teori, peserta pelatihan langsung diajak untuk praktek membuat kompos dari bahan-bahan yang telah disiapkan sebelumnya. Dalam pelatihan ini, peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang akan membuat kompos dengan variasi campuran bahan yang berbeda. Kelompok 1 melakukan pengkomposan limbah ternak sapi dengan aerasi aktif. Kelompok 2 melakukan pengkomposan limbah ternak sapi dan limbah seresah dengan aerasi aktif. Kelompok 3 melakukan pengkomposan limbah ternak dengan biostarter.
Bahan-bahan yang akan dikomposkan sudah disiapkan oleh para petani ternak, seperti kotoran ternak, serbuk gergaji, dan seresah hijauan yang dicacah dahulu dengan mesin pencacah. Setelah proses pencampuran selesai, kompos ditutup dengan terpal dan ditunggu sampai 5 minggu. Setiap 1 minggu sekali dilakukan proses pembalikan agar proses pengomposan berjalan dengan baik. Menurut rencana, pemanenan kompos yang telah matang akan dilaksanakan pertengahan juli 2011 dan dilakukan proses pengemasan untuk dipasarkan. Diharapkan dengan pelaksaan pelatihan pembuatan kompos ini, para petani ternak di desa Srimartani dapat mengolah limbah dari ternak mereka menjadi kompos sehingga dapat mengurangi efek negatif dari limbah kotoran ternak dan juga mendapatkan tambahan pendapatan dari penjualan kompos yang telah dibuat.

comments