tpb@ugm.ac.id +62-274-563-542
"English "Indonesia

Hidup di Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau biasa disebut Jogja adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Provinsi ini terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi DKI Jakarta, Jogja terkenal di tingkat nasional, dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Selain itu, sebagai lokasi dua kerajaan besar di Jawa, Jogja juga sarat akan kekentalan adat-istiadat dan budayanya.

Jogja mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (nonfisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya, dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat. Jogja memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio, dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya, dan beradat tradisi.

Jogja juga terkenal sebagai “Kota Pelajar”. Universitas Gadjah Mada atau UGM, perguruan tinggi tertua di Indonesia terletak di provinsi ini. Selain UGM, Jogja juga menjadi rumah bagi banyak perguruan tinggi bergengsi lainnya. Secara total, jumlah perguruan tinggi di Jogja baik negeri, swasta, maupun kedinasan seluruhnya mencapai hampir 150 institusi pendidikan tinggi yang diasuh oleh sekitar 10 ribu dosen.Budaya belajar dan iklim pendidikan juga sangat kondusif di sini. Pelajar dan mahasiswa di Jogja terfasilitasi dengan adanya perpustakaan umum, toko buku murah, juga kantung-kantung komunitas dan budaya yang bisa menjadi sarana belajar mereka selama mengenyam pendidikan di provinsi ini. Belum lagi ribuan tempat kos dan asrama bermacam harga yang bisa menjadi pilihan para mahasiswa perantau yang menyelesaikan studinya di Jogja.Jogja juga menyediakan tempat hiburan modern yang terjangkau bagi mahasiswa, namun tetap menjaga keramahtamahan kota ini dengan banyaknya tempat-tempat nongkrong yang orisinal, tradisional, dan bersahaja. Biaya hidup di kota ini pun sangat terjangkau, bahkan bisa dibilang murah. Tempat makan berbagai jenis (kuliner Jawa, nusantara, hingga internasional, level kaki lima hingga bintang lima, bernuansa etnis atau modern) dapat ditemukan dengan mudah. Tingkat keamanan pun cukup tinggi di Jogja, sehingga para orangtua tidak perlu khawatir melepas putra-putrinya bersekolah jauh dari rumah. Selain itu, rasa gotong-royong dan keramahan orang Jogja yang tinggi akan membuat siapapun merasa seperti di kampung halaman sendiri. Orang Jogja amat sopan, berbudaya, terbuka, dan ringan tangan menolong.

Sumber: MAP UGM