Kunjungan Dosen dan Kuliah Tamu Prof Lilik Sutiarso di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

[:id]

Pada hari Rabu 19 Oktober 2022, Guru Besar Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof. Dr. Lilik Sutiarso memberikan Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Kuliah umum dilaksakan di Aula Fakultas Pertanian Unhas dengan mengambil tema “Model Pengembangan Smart Farming berbasis pada Kearifan Lokal”. Pada saat yang sama rombongan dosen DTPB melakukan diskusi dengan dosen Program Studi Keteknikan Pertanian Uhnhas tentang Teaching Industry untuk Kakao.

Suasana kuliah tamu


Dalam sambutan selamat datang, Dekan Fakultas Pertanian Unhas Prof. Dr. Salengke mengucapkan terimakasih atas kesediaan Prof. Dr. Lilik Sutiarso untuk memberikan kuliah umum. Prof. Dr. Salengke juga memaparkan secara singkat sejarah Teaching Industry Cacao yang ada d Unhas. Ditambahkan bahwa tujuan pendirian Teaching Industry adalah untuk pendidikan bagi mahasiswa Unhas sedangkan pemasaran produk Teaching Industry dilakukan agar Teaching industry dapat mandiri secara keuangan.
Pada kuliah umum yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Teknik Pertanian Dr. Muhammad Iqbal, Prof. Lilik menyampaikan perubahan yang terjadi pada Revolusi Industri 4.0 adalah oplimalisasi dan sinergi dari pengetahuan dan teknologi yang ada melalui digitalisasi, computing power, dan data analytics. Di bidang pertanian terjadi perubahan paradigma dalam pembangunan pertanian ditandai proses transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas, menjamin keamanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan. Prof Lilik menyampaikan bahwa ada 3 platform pertanian cerdas di Indonesia yaitu manajemen pengetahuan dan informasi, otomasi dan robotika, dan pertanian presisi. Di hadapan sekitar 300 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas, Prof. Lilik menyampaikan contoh smart farming berbasis kearifan lokal yaitu Musyawarah Appalilli yang merupakan tradisi turun temurun di Kabupaten Gowa menjadi basis manajemen pengetahuan kelompok petani organik Kabupaten Gowa.

Kunjungan ke Teaching Industry


Sejalan dengan tema Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang diterima oleh DTPB, dosen DTPB juga berkunjung ke fasilitas Teaching Industry untuk kakao di Unhas. Prof. Dr. Salengke yang juga menjadi penanggung jawab teaching industry ini berkenan menjelaskan semua alat yang ada beserta penggunaannya.

Foto bersama

 

[:en]

Pada hari Rabu 19 Oktober 2022, Guru Besar Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof. Dr. Lilik Sutiarso memberikan Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Kuliah umum dilaksakan di Aula Fakultas Pertanian Unhas dengan mengambil tema “Model Pengembangan Smart Farming berbasis pada Kearifan Lokal”. Pada saat yang sama rombongan dosen DTPB melakukan diskusi dengan dosen Program Studi Keteknikan Pertanian Uhnhas tentang Teaching Industry untuk Kakao.

Suasana kuliah tamu


Dalam sambutan selamat datang, Dekan Fakultas Pertanian Unhas Prof. Dr. Salengke mengucapkan terimakasih atas kesediaan Prof. Dr. Lilik Sutiarso untuk memberikan kuliah umum. Prof. Dr. Salengke juga memaparkan secara singkat sejarah Teaching Industry Cacao yang ada d Unhas. Ditambahkan bahwa tujuan pendirian Teaching Industry adalah untuk pendidikan bagi mahasiswa Unhas sedangkan pemasaran produk Teaching Industry dilakukan agar Teaching industry dapat mandiri secara keuangan.
Pada kuliah umum yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Teknik Pertanian Dr. Muhammad Iqbal, Prof. Lilik menyampaikan perubahan yang terjadi pada Revolusi Industri 4.0 adalah oplimalisasi dan sinergi dari pengetahuan dan teknologi yang ada melalui digitalisasi, computing power, dan data analytics. Di bidang pertanian terjadi perubahan paradigma dalam pembangunan pertanian ditandai proses transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas, menjamin keamanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan. Prof Lilik menyampaikan bahwa ada 3 platform pertanian cerdas di Indonesia yaitu manajemen pengetahuan dan informasi, otomasi dan robotika, dan pertanian presisi. Di hadapan sekitar 300 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas, Prof. Lilik menyampaikan contoh smart farming berbasis kearifan lokal yaitu Musyawarah Appalilli yang merupakan tradisi turun temurun di Kabupaten Gowa menjadi basis manajemen pengetahuan kelompok petani organik Kabupaten Gowa.

Kunjungan ke Teaching Industry


Sejalan dengan tema Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang diterima oleh DTPB, dosen DTPB juga berkunjung ke fasilitas Teaching Industry untuk kakao di Unhas. Prof. Dr. Salengke yang juga menjadi penanggung jawab teaching industry ini berkenan menjelaskan semua alat yang ada beserta pengelolaan dan penggunaannya.

Foto bersama

 

[:]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.