tpb@ugm.ac.id +62-274-563-542
"English "Indonesia
Presentasi Penelitian Knowledge Management untuk Pengelolaan Irigasi Berkelanjutan di GCINOP Kemen PUPR 2018
May 14, 2018
0

Lombok, 20 April 2018. Irigasi berkelanjutan menjadi tantangan yang ingin diwujudkan guna menjamin ketersediaan air untuk mendukung proses produksi pertanian. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan irigasi adalah faktor sumber daya manusia berikut dengan pengetahuan yang melekat pada individu tersebut. Beberapa tantangan yang dapat diinventarisir diantaranya: (1) Keterbatasan sumber daya manusia terhadap pemahaman sistem operasi & pemeliharaan (OP) irigasi; (2) Status kepegawaian yang tidak tetap, sehingga keinginan untuk mempelajari pengetahuan OP secara mendalam belum memenuhi harapan; (3) Keberlanjutan pengetahuan irigasi antar pelaku dalam manajemen irigasi dan budaya berbagi yang belum sepenuhnya dapat menjamin keberlanjutan pengetahuan dalam bidang irigasi.

Pengetahuan dalam bidang irigasi khususnya dalam operasi dan pemeliharaan sudah diatur secara rigid dalam PERMEN PU NO 12 Tahun 2015 dan digunakan sebagai acuan dalam operasional irigasi. Dalam penerapannya, pengetahuan dalam implementasi di lapangan melibatkan pengetahuan yang tertulis (eksplisit) dan juga pengetahuan yang tidak tertulis (tacit). Pengetahuan tacit dan eksplisit melekat pada individu pelaku manajemen OP irigasi. Pengetahuan eksplisit, dalam wujud tertulis, lebih mudah untuk dibagi kepada individu lain, dibandingkan dengan pengetahuan tacit yang berupa ingatan tidak tertulis. Upaya untuk mengelola pengetahuan manajemen OP irigasi agar dapat berkelanjutan untuk masa depan perlu mempertimbangkan baik tacit maupun eksplisit.

Dr. Andri Prima Nugroho mempresentasikan materi mengenai strategi implementasi KM

Salah satu tahapan yang diperlukan untuk implementasi manajemen pegetahuan adalah pemetaan pengetahuan yang ada di lapangan. Kegiatan ini akan mengidentifikasi jenis-jenis pengetahuan dan sumber pengetahuan dengan survey dan wawancara secara mendalam. Parameter-parameter yang bersumber dari PERMEN PU NO 12 TAHUN 2015 digunakan sebagai acuan. Hasil pemetaan berikutnya akan dianalisis kesenjangan antara kebutuhan dan tingkat penguasaan individu, selanjutnya dipetakan jenis pengetahuan (explicit dan tacit) serta rekomendasi bagaimana seharusnya pengetahuan itu dapat dibagi dan dimanfaatkan semua anggotanya.

Sdr. Rohmad Basuki, STP memaparkan mengenai konsep manajer irigasi

Penelitian ini dipresentasikan oleh Tim UGM di acara “Evaluasi Pelaksanaan G-CinOP 2017 dan Rencana Pelaksanaan 2018” yang diselenggarakan pada tanggal 19 April 2018 oleh Kementerian PUPR dengan melibatkan sembilan universitas besar di Indonesia. Tim UGM terdiri dari Prof. Sigit Supadmo Arif, Dr. Murtiningrum, dan Dr. Andri Prima Nugroho yang berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian dan rencana pelaksanaan 2018. Ide Knowledge management untuk pengelolaan irigasi berkelanjutan ini disambut baik oleh Kemen PUPR dan diharapkan dapat diterapkan di daerah irigasi lain, juga perlunya kerangka kerja baku dalam asesmen pengetahuan serta strategi implementasinya yang menjadi tantangan untuk Tim UGM .

comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.