Yogyakarta, 20 Januari 2026 — Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan wawasan global mahasiswa, khususnya pada jenjang pascasarjana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu internasional dengan menghadirkan akademisi bereputasi dari luar negeri.
Kuliah Tamu Internasional dengan Akademisi Chungnam National University
Dalam kegiatan ini, DTPB FTP UGM menghadirkan Prof. Byoung Kwan Cho dari Department of Biosystems Machinery Engineering, Chungnam National University, Korea Selatan, yang membawakan topik “Principles of NIR Spectroscopy for Non-Destructive Quality Evaluation in Food and Agricultural Products.”
Kuliah tamu dilaksanakan secara hybrid di Ruang Sidang I DTPB FTP UGM dan diikuti oleh mahasiswa pascasarjana DTPB FTP UGM baik secara luring maupun daring. Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Rudiati Evi Masithoh serta dihadiri oleh Hanim Zuhrotul Amanah, Ph.D.
Pemaparan Prinsip NIR Spectroscopy dan Hyperspectral Imaging
Dalam pemaparannya, Prof. Cho menjelaskan prinsip dasar Near Infrared (NIR) Spectroscopy serta pengembangan hyperspectral imaging sebagai metode non-destruktif untuk evaluasi mutu produk pangan dan pertanian. Teknologi ini mengombinasikan informasi spektral dan spasial secara simultan, sehingga mampu memberikan gambaran kualitas produk secara lebih komprehensif.
“Teknologi hyperspectral imaging memungkinkan identifikasi kualitas produk pangan dan pertanian secara lebih mendalam, bahkan terhadap karakteristik yang tidak dapat diamati melalui pengamatan visual konvensional, tanpa merusak produk,” ujar Prof. Cho.

Aplikasi Teknologi untuk Efisiensi Industri Pangan dan Pertanian
Lebih lanjut, Prof. Cho memaparkan berbagai aplikasi hyperspectral imaging dalam sektor pertanian dan industri pangan, mulai dari pemantauan kualitas hasil panen hingga pengendalian mutu produk secara real time. Menurutnya, pendekatan non-destruktif ini sangat relevan untuk menjawab tantangan industri modern.
“Melalui pendekatan non-destruktif seperti NIR spectroscopy, proses evaluasi mutu dapat dilakukan secara cepat, efisien, dan akurat, sehingga sangat relevan untuk kebutuhan industri pangan modern,” jelasnya.
Di akhir presentasi, Prof. Cho menekankan bahwa meningkatnya tuntutan terhadap pangan yang aman dan berkualitas tinggi akan mendorong industri untuk mengadopsi teknologi yang lebih adaptif.
“Tingginya tuntutan terhadap pangan yang aman dan berkualitas akan menekan industri untuk bergerak lebih cepat dan efisien. Teknologi hyperspectral imaging berpotensi menjadi teknologi yang semakin populer di masa depan karena dapat diaplikasikan langsung di lapangan dan mendukung kebutuhan industri,” pungkasnya.
Kontribusi terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini sejalan dengan komitmen DTPB FTP UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis pengetahuan mutakhir dan kolaborasi akademik internasional.
Selain itu, pengenalan teknologi NIR spectroscopy dan hyperspectral imaging mendukung SDGs Nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi inovatif dalam sektor pertanian dan pangan. Penerapan teknologi non-destruktif untuk evaluasi mutu juga sejalan dengan SDGs Nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena berkontribusi pada efisiensi proses, pengurangan limbah, dan peningkatan kualitas produk.
Lebih jauh, keterlibatan akademisi internasional dari Chungnam National University mencerminkan implementasi SDGs Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring dan kolaborasi global di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi pertanian.

Melalui kegiatan ini, DTPB FTP UGM berharap mahasiswa pascasarjana tidak hanya memperoleh pemahaman teknis mengenai teknologi mutakhir, tetapi juga memiliki perspektif global serta kesadaran akan peran ilmu pengetahuan dan inovasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.