Arsip:
DTPB FTP UGM
Yogyakarta, 1 September 2026 – Pengelolaan residu hasil panen menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Praktik pembakaran jerami dan residu pertanian masih ditemukan di sejumlah wilayah dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap […].
Yogyakarta, 2 September 2026 – Pengembangan teknologi pertanian tidak cukup hanya menghasilkan temuan ilmiah, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk menerjemahkan sains menjadi inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yogyakarta, 27 Agustus 2026 – Susut hasil pascapanen masih menjadi salah satu tantangan dalam rantai produksi pertanian karena dapat mengurangi jumlah hasil yang dapat dimanfaatkan sekaligus menurunkan nilai ekonomi komoditas yang diterima petani.
Yogyakarta, 20 Agustus 2026 – Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam mendorong pengembangan industri kakao yang berkelanjutan. Tidak hanya membutuhkan teknologi dan peralatan yang memadai, pengembangan kakao juga memerlukan SDM yang memahami […].
Batang, 21 Agustus 2026 – Setelah mendapatkan pembekalan mengenai pascapanen, teknologi pengolahan, dan pengembangan produk kakao, peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan SDM Kakao Berkelanjutan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengunjungi UGM Cocoa Teaching and Learning Industry […].
Yogyakarta, 19 Agustus 2026 – Pengembangan industri kakao tidak cukup hanya mengandalkan mesin dan teknologi. Sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menangani bahan baku, proses pascapanen, hingga pengolahan menjadi faktor penting untuk […].
Yogyakarta, 20 Agustus 2026 – Peningkatan nilai tambah kakao membutuhkan kemampuan untuk mengembangkan bahan baku menjadi beragam produk olahan yang memiliki kualitas, karakteristik, dan daya saing di pasar.
Yogyakarta, 21 Agustus 2026 – Pengembangan teknologi pertanian presisi terus dilakukan untuk menjawab tantangan budidaya tanaman, khususnya dalam pemantauan kondisi tanaman dan pengelolaan lingkungan tumbuh secara cepat, akurat, dan non-destruktif.
Bali, 22 Agustus 2026 – Inovasi pertanian masa depan tidak hanya membutuhkan teknologi yang canggih, tetapi juga kemampuan untuk memahami persoalan nyata di lapangan dan menerjemahkannya menjadi solusi yang berdampak.
Yogyakarta, 19 Agustus 2026 – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung transformasi pertanian semakin mendapat perhatian melalui penguatan kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan penyedia teknologi.