Dosen DTPB UGM Dorong Mahasiswa Udayana Kembangkan Inovasi Climate-Smart dan Precision Agriculture

Bali, 22 Agustus 2026 – Inovasi pertanian masa depan tidak hanya membutuhkan teknologi yang canggih, tetapi juga kemampuan untuk memahami persoalan nyata di lapangan dan menerjemahkannya menjadi solusi yang berdampak. Perspektif tersebut disampaikan Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc., dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), saat menjadi narasumber dalam kegiatan “From Campus Innovation to Future Career: Program Kreativitas Mahasiswa dalam Mendukung Climate Smart Agriculture dan Precision Agriculture” yang diselenggarakan Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Sabtu (22/8).

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan Gedung JA, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali, tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Udayana dalam meningkatkan kreativitas, inovasi, dan daya saing mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dalam forum tersebut, Ardan berbagi perspektif mengenai pengembangan gagasan mahasiswa agar relevan dengan tantangan pertanian masa depan.

Dari Masalah Nyata Menuju Inovasi Pertanian

Dalam pemaparannya yang bertajuk “From Problem to Impact: Inovasi Mahasiswa untuk Climate-Smart & Precision Agriculture”, Ardan menekankan pentingnya menjadikan persoalan nyata sebagai titik awal pengembangan inovasi.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menghasilkan gagasan yang menarik secara akademik. Sebuah inovasi perlu memiliki dasar ilmiah, dapat diuji, sesuai dengan kebutuhan pengguna, dan memiliki potensi untuk memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian.

“Inovasi yang baik bukan sekadar dimulai dari teknologi yang canggih, tetapi dari kemampuan kita memahami masalah secara tepat. Mahasiswa perlu belajar mengubah permasalahan di lapangan menjadi ide, riset, prototipe, hingga solusi yang memberikan dampak nyata,” ujar Ardan.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan berbagai kegiatan riset dan pengembangan yang dilakukan Smart Agriculture Research Center UGM, khususnya dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk menjawab persoalan pertanian secara nyata.

Membuka Peluang PKM melalui Climate-Smart dan Precision Agriculture

Ardan juga mengangkat berbagai peluang pengembangan ide PKM dalam bidang climate-smart agriculture dan precision agriculture. Teknologi seperti sensor, Internet of Things (IoT), penginderaan jauh, otomatisasi, kecerdasan artifisial, serta sistem pendukung keputusan dapat menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi berbagai tantangan pertanian.

Pemanfaatan teknologi tersebut semakin relevan untuk mendukung efisiensi penggunaan air dan input produksi, adaptasi terhadap perubahan iklim, peningkatan produktivitas, serta pengelolaan sumber daya pertanian secara lebih presisi dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan gagasan yang tidak berhenti pada konsep, tetapi diarahkan menuju proses identifikasi masalah, penelitian, pengembangan prototipe, pengujian, hingga implementasi solusi.

PKM sebagai Laboratorium Awal bagi Mahasiswa

Selain Ardan, kegiatan tersebut turut menghadirkan M. Fajar Ridho Ilham, S.T.P. yang membagikan pengalaman mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai proses pengembangan gagasan PKM, mulai dari membangun kerja sama tim, menjalankan program, hingga membawa hasil karya mahasiswa ke ajang ilmiah tingkat nasional.

Kedua perspektif tersebut memberikan pemahaman bahwa PKM tidak hanya menjadi kompetisi mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan riset, kreativitas, komunikasi ilmiah, kerja sama tim, serta keberanian membawa gagasan menuju implementasi nyata.

Ardan menambahkan bahwa pengalaman mengikuti PKM dapat membantu mahasiswa membangun pola pikir inovatif sekaligus mempersiapkan kompetensi profesional.

“PKM dapat menjadi laboratorium awal bagi mahasiswa untuk belajar bekerja dalam tim, menyusun solusi berbasis data, menguji gagasan, dan mengomunikasikan hasilnya. Pengalaman tersebut sangat relevan ketika mahasiswa nantinya masuk ke dunia riset, industri, maupun membangun usaha berbasis teknologi,” tambah Ardan.

Memperkuat Jejaring Akademik Antarp perguruan Tinggi

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pra Gema Kreativitas dan Ilmiah (GRAVITI) dan Kuliah Umum 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem bersama Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.

Keterlibatan dosen DTPB FTP UGM dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan hubungan akademik antarp perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kapasitas mahasiswa serta pertukaran pengetahuan di bidang teknik pertanian dan biosistem.

Kolaborasi semacam ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi pertanian sekaligus memahami bagaimana ilmu yang diperoleh di lingkungan perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Mendorong Pertanian yang Adaptif dan Berkelanjutan

Pengembangan gagasan mahasiswa melalui climate-smart agriculture dan precision agriculture juga memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Pendekatan tersebut dapat mendukung pengembangan pertanian yang lebih produktif dan efisien sekaligus meningkatkan kemampuan sektor pertanian dalam menghadapi perubahan iklim.

Melalui keterlibatan dalam forum akademik dan pengembangan kapasitas mahasiswa, DTPB FTP UGM terus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengembangan inovasi di bidang pertanian. Penguatan kemampuan mahasiswa untuk mengubah masalah menjadi ide, ide menjadi riset, dan riset menjadi solusi diharapkan dapat melahirkan generasi inovator yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan pertanian Indonesia yang lebih adaptif, presisi, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses