Ketika Keilmuan Teknik Pertanian Menjangkau Luar Angkasa, Mahasiswa TPB UGM Terpilih dalam DropTES UNOOSA

Yogyakarta, 24 September 2026 — Keilmuan Teknik Pertanian dan Biosistem tidak hanya berkontribusi pada persoalan pertanian di Bumi, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan teknologi eksplorasi luar angkasa. Hal tersebut ditunjukkan oleh Rendy Dwi Nugraha, mahasiswa Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) angkatan 2024, yang terpilih sebagai awardee Drop Tower Experiment Series (DropTES) ke-10 dari United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA). Bersama tim lintas disiplin UGM, Rendy akan menguji penelitian mengenai dinamika material granular pada kondisi gravitasi mikro di Bremen Drop Tower, Jerman, pada kuartal pertama 2027.

Rendy tergabung dalam tim yang terdiri atas Alessander Reynard Aritonang sebagai Team Leader dari S1 Teknik Nuklir angkatan 2025, Rendy Dwi Nugraha sebagai Team Member 1 dari S1 Teknik Pertanian angkatan 2024, dan Idam Sholikhah sebagai Team Member 2 dari D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol angkatan 2023.

Dalam program DropTES, tim tersebut membawa penelitian mengenai dinamika material granular, khususnya untuk mengamati redistribusi pasir silika yang sebagian mengandung air (partially wet silica sand) ketika mengalami guncangan dalam kondisi gravitasi mikro.

Eksperimen tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana material granular berperilaku ketika berada pada kondisi gravitasi yang sangat rendah. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan teknologi yang mendukung misi eksplorasi antariksa pada masa mendatang, termasuk misi menuju Bulan maupun objek planet lainnya.

Kesempatan melakukan eksperimen secara langsung di Bremen Drop Tower menjadi bagian penting dari proses penelitian. Tim tidak hanya mengembangkan rancangan eksperimen, tetapi juga mempersiapkan perangkat dan menjalani proses pengujian teknis sesuai standar yang ditetapkan oleh penyelenggara.

Melalui Proses Persiapan dan Critical Design Review

Foto Bersama Tim (Kanan ke Kiri): Rendy Dwi Nugraha (Team Member 1 | S1 Teknik Pertanian 2024), Alessander Reynard Aritonang (Team Leader | S1 Teknik Nuklir 2025), dan Idam Sholikhah.

Program DropTES ke-10 tidak langsung dimulai dengan pelaksanaan eksperimen di Jerman. Tim terlebih dahulu mengikuti rangkaian persiapan dan pengujian teknis yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026.

Dalam fase tersebut, tim akan menjalani proses pengembangan dan penyempurnaan perangkat eksperimen, termasuk Critical Design Review (CDR) bersama pihak UNOOSA dan ZARM. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan rancangan eksperimen memenuhi persyaratan teknis sebelum digunakan dalam pengujian gravitasi mikro.

Pelaksanaan eksperimen di Jerman dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua minggu pada kuartal pertama 2027, dengan rencana pelaksanaan pada minggu kedua Februari 2027.

Keterlibatan dalam program ini juga mempertemukan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Kolaborasi antara Teknik Nuklir, Teknik Pertanian, serta Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol menjadi bagian dari proses pengembangan eksperimen yang membutuhkan pemahaman lintas disiplin, mulai dari karakteristik material, perancangan eksperimen, hingga instrumentasi dan pengukuran.

Ketika Keilmuan Teknik Pertanian Menjangkau Luar Angkasa

Bagi Rendy, keterlibatannya dalam riset gravitasi mikro pada awalnya menghadirkan tantangan tersendiri. Riset antariksa kerap dipandang sebagai bidang yang jauh dari Teknik Pertanian. Namun, pengalaman mengikuti DropTES justru menunjukkan adanya keterkaitan antara keilmuan Teknik Pertanian dan kebutuhan penelitian untuk eksplorasi luar angkasa.

“Jujur awal mulanya sempat ragu karena riset antariksa sering dianggap jauh dari ranah Teknik Pertanian, tetapi justru keilmuan TPB seperti mekanika tanah, perilaku material granular, dan interaksi fluida sangat krusial dipelajari terutama sebagai fondasi penting bagi pemahaman media tanam untuk space agriculture di masa depan,” ungkap Rendy.

Menurutnya, keterlibatan dalam penelitian tersebut menjadi pengalaman yang menunjukkan bahwa keilmuan Teknik Pertanian tidak hanya relevan untuk persoalan produksi pertanian di Bumi. Pemahaman mengenai karakteristik tanah, material granular, serta interaksi antara material dan fluida juga dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi pertanian dalam lingkungan ekstrem.

“Pengalaman ini membuktikan bahwa batas ilmu TPB tidak berhenti di bumi saja, melainkan berpotensi dalam aplikasi teknologi eksplorasi luar angkasa,” lanjutnya.

Relevansi tersebut semakin terbuka seiring berkembangnya konsep space agriculture, yang membutuhkan pemahaman mengenai media tanam, distribusi material, air, dan lingkungan tumbuh pada kondisi gravitasi yang berbeda dari Bumi.

Belajar Membawa Gagasan dari Kampus Menjadi Eksperimen Nyata

Bagi Rendy, kesempatan mengikuti DropTES bukan hanya pengalaman melakukan eksperimen di fasilitas gravitasi mikro, tetapi juga menjadi proses pembelajaran mengenai bagaimana penelitian dikembangkan dalam lingkungan kolaborasi internasional.

“Terpilih dalam program DropTES dari UNOOSA ini adalah sebuah kesempatan dan tantangan luar biasa bagi saya dan tim. Pengalaman baru yang paling berharga bukan hanya sekadar berkesempatan datang dan menguji riset kami langsung di fasilitas menara drop di Jerman, tetapi juga proses kolaborasi internasional yang kami jalani,” tutur Rendy.

Ia menambahkan bahwa proses tersebut memberikan pengalaman dalam memahami standar penelitian antariksa, mulai dari perancangan perangkat eksperimen secara presisi hingga membawa gagasan ilmiah dari lingkungan perkuliahan menjadi eksperimen yang dapat diuji secara langsung.

“Dari program ini, kami belajar banyak mengenai standar riset antariksa mulai dari perancangan alat yang presisi hingga bagaimana membawa gagasan ilmiah dari bangku perkuliahan menjadi eksperimen nyata yang berdampak bagi perkembangan ilmu pengetahuan antariksa,” tambahnya.

Kolaborasi Internasional untuk Pengembangan Riset Mahasiswa

DropTES ke-10 diselenggarakan oleh UNOOSA melalui inisiatif Access to Space for All bersama ZARM University of Bremen dan DLR. Pelaksanaan program juga berkoordinasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia melalui KBRI/PTRI Vienna.

Keterlibatan mahasiswa UGM dalam program tersebut menjadi bagian dari pengalaman akademik dan riset yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dengan ekosistem penelitian antariksa internasional. Bagi Rendy dan tim, rangkaian kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan riset, rekayasa eksperimen, kolaborasi lintas disiplin, sekaligus memahami standar penelitian pada fasilitas pengujian gravitasi mikro.

Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa TPB FTP UGM menunjukkan bahwa kompetensi Teknik Pertanian dan Biosistem dapat dikembangkan melampaui konteks pertanian konvensional. Pemahaman mengenai mekanika tanah, material granular, interaksi fluida, serta sistem lingkungan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi pertanian di lingkungan ekstrem, termasuk untuk mendukung visi space agriculture dan eksplorasi manusia di luar Bumi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses