Peserta Pelatihan Kakao Kunjungi CTLI UGM, Pelajari Langsung Proses Hilirisasi Kakao

Batang, 21 Agustus 2026 – Setelah mendapatkan pembekalan mengenai pascapanen, teknologi pengolahan, dan pengembangan produk kakao, peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan SDM Kakao Berkelanjutan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengunjungi UGM Cocoa Teaching and Learning Industry (CTLI) di Batang, Jawa Tengah, Jumat (21/8).

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diterapkan dalam lingkungan pengolahan kakao. Peserta juga diperkenalkan pada fasilitas dan proses pengolahan yang menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi kakao Universitas Gadjah Mada.

UGM CTLI merupakan fasilitas teaching industry yang dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengembangan produk, pelatihan, hingga hilirisasi. Fasilitas ini juga digunakan untuk mendukung pengembangan produk kakao dan pengolahan dari bahan baku menjadi berbagai produk olahan.

Melihat Langsung Proses Pengolahan Kakao

Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat fasilitas pengolahan kakao yang tersedia di CTLI. Sebelumnya, fasilitas CTLI juga telah digunakan dalam berbagai kegiatan pembelajaran kakao, termasuk pengenalan proses pengolahan dari biji kakao hingga menjadi produk seperti bubuk kakao dan cokelat batang.

Kunjungan ke fasilitas pengolahan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran di ruang kelas. Peserta dapat melihat bagaimana tahapan pengolahan kakao berlangsung dalam lingkungan industri, sekaligus memahami keterkaitan antara kualitas bahan baku, penggunaan mesin, pengendalian proses, dan mutu produk akhir.

Hal tersebut menjadi penting karena pengolahan kakao membutuhkan pengendalian pada berbagai tahapan. Penelitian UGM di CTLI, misalnya, menunjukkan bahwa proses penyangraian merupakan salah satu tahapan penting yang berpengaruh terhadap kualitas akhir produk. Di CTLI, data proses penyangraian juga telah dimanfaatkan untuk mendukung upaya optimasi proses secara berbasis data.

Menghubungkan Materi Pelatihan dengan Kondisi Industri

 

Kunjungan CTLI menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan karena peserta dapat menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan penerapannya pada fasilitas pengolahan.

Jika pada sesi sebelumnya peserta mempelajari prinsip pascapanen, pengolahan, formulasi, dan pengembangan produk, melalui kunjungan ini peserta dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana tahapan tersebut ditempatkan dalam suatu sistem pengolahan yang lebih terintegrasi.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami bahwa peningkatan kualitas produk kakao tidak hanya ditentukan oleh satu tahapan, tetapi merupakan hasil dari rangkaian proses yang saling berkaitan, mulai dari kualitas bahan baku hingga pengolahan dan pengemasan.

Memahami Konsep Hilirisasi Kakao

Kunjungan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kakao. UGM mengembangkan CTLI sebagai bagian dari upaya mendorong nilai tambah kakao tetap berkembang di dalam negeri serta menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan industri.

Melalui konsep teaching industry, CTLI tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas produksi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk penelitian, produksi percontohan, pengujian produk, pelatihan, dan pengembangan usaha bersama mitra.

Bagi peserta pelatihan, pemahaman tersebut memberikan perspektif bahwa pengembangan kakao tidak berhenti pada produksi biji kakao. Pengolahan menjadi produk antara maupun produk akhir membuka peluang untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar sekaligus memperluas potensi pengembangan usaha.

Memperoleh Pengalaman Belajar di Lingkungan Industri

Kunjungan lapangan juga memberikan manfaat berupa pengalaman belajar secara langsung. Peserta dapat mengamati fasilitas pengolahan, memahami alur proses, serta melihat bagaimana teknologi digunakan dalam mendukung kegiatan pengolahan kakao.

Pengalaman seperti ini menjadi pelengkap pembelajaran teori dan praktik yang telah dilakukan selama pelatihan. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana suatu proses seharusnya dilakukan, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai penerapannya dalam lingkungan teaching industry.

Dengan demikian, kunjungan ke CTLI diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya efisiensi proses, konsistensi kualitas, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan produk dalam membangun industri kakao yang berdaya saing.

Membuka Perspektif Baru bagi Pengembangan Kakao

Rangkaian kunjungan ke CTLI menjadi penutup pembelajaran yang mempertemukan aspek pengetahuan, praktik, dan penerapan teknologi. Peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat secara lebih utuh perjalanan kakao dari bahan baku menuju produk bernilai tambah.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan sesuai dengan bidang dan lingkungan masing-masing. Tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, pengalaman di CTLI juga diharapkan mendorong peserta untuk melihat peluang pengembangan produk, peningkatan kualitas, serta hilirisasi kakao secara lebih luas.

Kunjungan ini sekaligus memperkuat tujuan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan SDM Kakao Berkelanjutan dalam membangun SDM yang tidak hanya memahami teknologi pengolahan, tetapi juga mampu melihat potensi pengembangan kakao dari sisi kualitas, inovasi, nilai tambah, dan keberlanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses