Dari Tak Pernah Merantau hingga Riset di Austria: Perjalanan Novita Mahasiswa Magister Teknik Pertanian UGM

Yogyakarta, Mei 2026 – Kesempatan belajar dan melakukan penelitian di luar negeri sering kali menjadi impian banyak mahasiswa. Namun bagi Novita Dyah Pitaloka, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), kesempatan tersebut bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga perjalanan pribadi yang penuh tantangan.

Melalui program ERASMUS+ International Mobility, Novita saat ini tengah menjalani riset selama lima bulan di University of Natural Resources and Life Sciences (BOKU) Vienna, Austria, sejak Maret hingga Juli 2026. Di sana, ia meneliti topik “Determine Turnover Time and Microbial Biomass Based on Isotope Dilution and Microbial Pool” di bawah bimbingan Dr.nat.techn. Rizki Maftukhah, S.T.P., M.Sc. dari UGM dan Priv.-Doz. Rebecca Hood-Nowotny, M.B.A., Ph.D. dari BOKU Vienna.

Di balik kesempatan internasional tersebut, Novita mengaku perjalanan ini dimulai dengan campuran rasa antusias dan kekhawatiran.

“Senang sih dapat kesempatan seperti ini, tapi juga takut. Apalagi untuk aku yang sebelumnya belum pernah merantau,” ungkap Novita.

Baginya, keberangkatan ke Austria bukan sekadar perpindahan lokasi penelitian, tetapi langkah besar meninggalkan zona nyaman. Berbagai persiapan harus dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, mulai dari administrasi, keberangkatan, hingga kesiapan mental menghadapi lingkungan yang benar-benar baru.

“Banyak yang harus dipersiapkan dalam waktu singkat, tapi akhirnya saya nekat menjalaninya,” katanya.

Belajar Beradaptasi di Negeri Baru

Tinggal di negara yang berjarak ribuan kilometer dari Indonesia tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Novita mengaku proses adaptasi pada awalnya tidak selalu mudah, terutama saat harus memahami sistem transportasi publik dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Meski demikian, ia merasa beruntung karena mendapatkan dukungan dari komunitas mahasiswa Indonesia yang berada di Austria.

“Jujur, teman-teman Indonesia di sini membantu sekali untuk proses adaptasi,” ujarnya.

Menurut Novita, kondisi cuaca juga cukup membantunya menyesuaikan diri karena saat kedatangannya Austria tidak sedang berada pada musim dingin.

“Awalnya sempat bingung menggunakan transportasi publik, tapi lama-lama mulai terbiasa,” tambahnya.

Pengalaman yang Membuka Wawasan Global

Selain menjalani penelitian di laboratorium dengan fasilitas berstandar internasional, pengalaman paling berkesan bagi Novita justru datang dari interaksi sehari-hari dengan orang-orang dari berbagai negara.

Di BOKU Vienna, ia bertemu mahasiswa dan peneliti dengan latar belakang budaya, pendidikan, dan pengalaman yang sangat beragam.

“Di sini saya bisa kenalan sama orang dari macam-macam negara dan latar belakang. Pengalaman ini membuka wawasan sekaligus peluang saya ke depannya,” jelasnya.

Bagi Novita, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau laboratorium, tetapi juga melalui interaksi dengan lingkungan internasional.

Dari Pengalaman Pribadi Menuju Riset Global

Penelitian yang dijalani Novita berfokus pada kajian dinamika biomassa mikroba dan turnover time menggunakan pendekatan isotope dilution dan microbial pool. Penelitian ini menjadi bagian dari pengembangan riset berkelanjutan di bidang teknik pertanian dan biosistem.

Setelah program mobilitas selesai, tahap selanjutnya akan difokuskan pada integrasi data laboratorium hasil penelitian ke dalam tesis magisternya serta persiapan publikasi pada jurnal internasional.

Menariknya, ketika ditanya apa yang akan paling dirindukan setelah kembali ke Indonesia, Novita memberikan jawaban sederhana yang cukup menggambarkan pengalaman kesehariannya selama tinggal di Austria.

“Yang pasti bakal rindu transportasi publik yang nyaman,” ujarnya sambil tertawa.

Komitmen DTPB FTP UGM Dorong Pengalaman Akademik Global

Kisah Novita menjadi salah satu gambaran bagaimana Program Studi Magister Teknik Pertanian DTPB FTP UGM mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di tingkat internasional.

Melalui kolaborasi global, pendampingan riset, dan program mobilitas mahasiswa, DTPB FTP UGM terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif global serta kesiapan menghadapi tantangan di bidang pertanian dan biosistem masa depan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses