DTPB FTP UGM Kenalkan Teknologi Smart Precision Irrigation untuk Optimalkan Pertanian Lahan Pasir Pantai Kulon Progo

Kulon Progo, 18 Desember 2025 – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan Launching Smart Agri Precision Sprinkler kepada Kelompok Tani (Poktan) Putro Samudro di Desa Kriyan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hilirisasi Riset Prioritas – SINERGI (Inovasi Sosial) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dengan judul “Smart and Precision Irrigation untuk Revitalisasi Lahan Pesisir Berbasis Lengas Tanah” DTPB FTP UGM yang bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan air dan produktivitas pertanian pada lahan pasir pantai yang memiliki keterbatasan fisik dan iklim.

Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Lilik Sutiarso selaku Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, Ketua program Dr. Andri Prima Nugroho, Dr. Murtiningrum, Ardan Wiratmoko, M.Sc., serta tim program dari DTPB FTP UGM. Dari pihak mitra dan desa, kegiatan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo yaitu Bapak Agus Purwaka, S.P. sebagai Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo beserta jajarannya, Dukuh Kriyan Bapak Supardi, Ketua Poktan Putro Samudro Bapak Joko beserta para anggota kelompok tani Putro Samudro.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dukuh Kriyan, Supardi, yang menyampaikan kondisi pertanian desa yang masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan teknologi pertanian modern. Ia berharap teknologi yang diperkenalkan oleh tim DTPB FTP UGM dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian.

Selanjutnya, Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Bapak Agus Purwaka, S.P., menyampaikan bahwa kerja sama dengan DTPB FTP UGM, khususnya bersama Dr. Murtiningrum, telah terjalin cukup lama dalam pengembangan pertanian di kawasan lahan pasir pantai. Ia menjelaskan bahwa karakteristik lahan berpasir memiliki keterbatasan dalam menahan air, sehingga penerapan teknologi smart irrigation diharapkan mampu meningkatkan presisi pengelolaan air dan efisiensi lahan. Agus juga menekankan pentingnya keberlanjutan pemanfaatan dan perawatan teknologi oleh Poktan Putro Samudro.

Dalam sambutannya, Prof. Lilik Sutiarso menyampaikan harapan agar teknologi Smart Precision Irrigation dapat terus berlanjut dan dikembangkan menjadi teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh petani. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara DTPB FTP UGM dan Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo dalam pengembangan teknologi irigasi yang aplikatif dan solutif.

Memasuki sesi pemaparan materi, Dr. Murtiningrum membuka dengan berbagi pengalaman risetnya di wilayah lahan pasir pantai. Ia menjelaskan bahwa lahan pasir merupakan lahan yang kurang ideal untuk aktivitas pertanian sehingga diperlukan pendekatan khusus serta inovasi teknologi dalam pengelolaannya. Pada kesempatan tersebut, Dr. Murtiningrum memperkenalkan teknologi Smart Precision Irrigation sebagai sistem irigasi presisi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air secara optimal.

Pengembangan teknologi ini didukung dengan integrasi Internet of Things (IoT), sebagaimana disampaikan oleh Ardan Wiratmoko. Sistem IoT memungkinkan pemantauan kondisi lahan secara jarak jauh berdasarkan data lapangan, yang selanjutnya akan dikembangkan bersama mahasiswa agar sistem dapat beroperasi secara optimal, ramah pengguna, dan sesuai dengan kebutuhan petani.

Pada sesi diskusi, Ketua Poktan Putro Samudro,Bapak Joko, menyampaikan kondisi unik lahan pertanian di Desa Kriyan serta harapannya agar teknologi Smart Precision Irrigation dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan pertanian desa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke lahan demplot percobaan. Pada sesi ini, para petani bersama tim riset DTPB FTP UGM meninjau langsung penerapan teknologi Smart Precision Irrigation serta mendapatkan penjelasan teknis mengenai pengoperasian dan potensi pengembangannya di lapangan.

Melalui kegiatan ini, DTPB FTP UGM menegaskan komitmennya dalam mengembangkan dan mendiseminasikan teknologi pertanian presisi yang aplikatif dan berkelanjutan, khususnya untuk mendukung pengelolaan lahan marginal seperti lahan pasir pantai.

Kegiatan sosialisasi dan penerapan teknologi Smart Precision Irrigation ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui efisiensi penggunaan air irigasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses