Yogyakarta, 6 Februari 2026 – Empat mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian dengan Kebidangan Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM sukses mempresentasikan kemajuan riset mereka dalam program Magang Riset di PT. Triputra Agro Persada. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Magang Riset Industri yang bertujuan untuk mengimplementasikan pertanian presisi pada perkebunan kelapa sawit.

Acara presentasi progres ini diselenggarakan secara daring pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 10:00 – 11:30 WIB. Para presenter adalah Dafina Arrahma Rafniardy, Anggi Putri Ardiana, Adimas Dwi Prabowo, dan Karunia Rajanta Ginting.
Presentasi ini dihadiri oleh jajaran dosen pembimbing dari UGM, termasuk Prof. Bambang Purwantana, Prof. Lilik Sutiarso, Dr. Andri Prima Nugroho (selaku Koordinator KBK TMB), Rudiati Evi Masithoh, Dr. Radi, dan Ardan Wiratmoko., STP., M.Sc. Turut hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan dari PT. Triputra Agro Persada, Nanik Ambar Suharyanti, SP., M.Si.

Dalam program magang riset ini, para mahasiswa mengangkat berbagai topik inovatif yang relevan dengan tantangan di perkebunan kelapa sawit:
- Adimas Dwi Prabowo: Riset mengenai penggunaan Drone Multispectral untuk Identifikasi Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit.
- Karunia Rajanta Ginting: Pengembangan Sistem Sensor untuk Deteksi Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di dalam tanah.
- Dafina Arrahma Rafniardy: Penelitian tentang Deteksi Kualitas Kematangan Janjang dengan Sistem Thermal Vision.
- Anggi Putri Ardiana: Penerapan Sistem Thermal Vision untuk Deteksi Dini Penyakit Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit.
Nanik Ambar Suharyanti, SP., M.Si., dari PT. Triputra Agro Persada, menyampaikan apresiasinya,
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PT. Triputra Agro Persada untuk kegiatan Magang Riset adik-adik mahasiswa Teknik Pertanian dengan Kebidangan Teknik Mesin dan Biosistem. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat untuk pengalaman dan juga keilmuan yang dipelajari.”
Senada dengan itu, Dr. Andri Prima Nugroho, Koordinator KBK Teknik Mesin dan Biosistem, menyoroti pentingnya kolaborasi ini.
“Ini adalah kesempatan pertama kami menyelenggarakan Magang Riset di PT. TAP. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran yang memberikan pengalaman lapangan melalui skema magang riset (Kerja Praktik, Magang 1, dan Magang 2). Harapannya, topik yang diperoleh bisa dilanjutkan untuk penelitian hingga publikasi ilmiah bersama,” ujarnya.
Kegiatan magang riset ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis di industri, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan solusi inovatif untuk tantangan di sektor perkebunan kelapa sawit. Inisiatif ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
– SDG 2: Tanpa Kelaparan: Melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian kelapa sawit dengan teknologi presisi, serta deteksi dini hama dan penyakit untuk mengurangi kerugian hasil panen.
– SDG 4: Pendidikan Berkualitas: Dengan memberikan pengalaman belajar langsung, pengembangan keterampilan riset, dan kolaborasi antara akademisi dan industri yang memperkaya kualitas pendidikan mahasiswa.
– SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Mendorong inovasi teknologi seperti penggunaan drone, sensor, dan thermal vision dalam sektor pertanian, serta membangun kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi dan industri.
Presentasi ini menjadi tonggak penting dalam kolaborasi antara UGM dan PT. Triputra Agro Persada, menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan pertanian Indonesia melalui riset dan inovasi berbasis teknologi.