Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM menjuarai International Smart Farming Competition (ISCF) 2021

Universitas Sebelas Maret mengadakan lomba International Smart Farming Competition (ISCF) 2021 dalam rangka Dies Natalis ke-45 UNS. Lomba ini diadakan dengan tahapan paper and poster submission pada 22 Februari-07 Mei 2021 dan dilanjutkan dengan tahapan Top 5 Finalists yang terdiri dari video submission dan online presentation. Tahap final ini diadakan pada Kamis, 01 Juli 2021. Lomba dapat diikuti secara individu atau kelompok beranggotakan 2-4 mahasiswa aktif Diploma, S-1, atau S-2 dari dalam maupun luar negeri.

Lomba ini mengangkat tema Smart Farming dengan pilihan topik berkisar dari Precision Agriculture, E-commerce technology for agricultural products, Agricultural modernisation model and technologi integration, dan topik-topik lainnya yang berkaitan dengan konsep inovatif terkait dengan teknologi pertanian Revolusi Industri 4.0.

Penelitian yang dipresentasikan di ISCF

Mahasiswa S1 Teknik Pertanian dan Biosistem Angkatan 2019, Ardan Jaenuri, Damar Abhinawa, dan Muhammad Hafizh, serta dibimbing oleh Andri Prima Nugroho, STP., M.Sc., Ph.D. dari Smart Agriculture Research Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, mengangkat topik Precision Agriculture dengan judul bahasan “Hydropo-shifter: A Dynamic Space Multilayer Hydroponic System Based on Canopy Area in Plant Factory for Space Efficiency”. Penelitian tersebut membahas mengenai sistem pertanian hidroponik berbasis Computer Vision System untuk mendeteksi daun yang bertumpukan dari sayuran hidroponik pada plant factory. Tanaman yang terdeteksi akan digeser secara otomatis oleh sehingga tidak ada tanaman yang bertumpukan sama sekali.

Inovasi Plant Factory for Space Efficiency

Dengan demikian, penerapan HydropoShifter dapat menggunakan area pertanian secara lebih efisien karena tidak menyisikan space yang kosong di antara tiap tanaman. Tim HydropoShifter berhasil mendapat penghargaan sebagai Juara 1 pada International Smart Farmg Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS). Tim berharap, HydropoShifter dapat dilakukan pengembangan yang intensif untuk dapat meningkatkan sistem hidroponik berbasis Precision Agriculture untuk meningkatkan Industry 4.0 di Indonesia.

Kontributor: Ardan Jaenuri
Editor: AN.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.