Gunungkidul, 21 Agustus 2026 – Kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra pembangunan, pemerintah, dan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pembangunan pertanian dan lingkungan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui penandatanganan kerja sama lima tahun antara Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA) dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) untuk pengembangan program Sustainable Karst-Based Circular Economy & Agroecological System di Desa Umbulrejo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan kolaborasi YESSA dan FTP UGM dalam mengembangkan program berbasis pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan pendekatan agroekologi di kawasan karst. Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas dampak program pendampingan masyarakat melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan lokal.
Memperkuat Kepercayaan dan Komitmen Lima Tahun

Dalam kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan bahwa keberlanjutan kerja sama selama lima tahun tidak hanya menunjukkan durasi hubungan antara kedua institusi, tetapi juga mencerminkan kepercayaan dan komitmen bersama dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan.
“Lima tahun bukan hanya menunjukkan lamanya kerja sama. Lima tahun ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen dalam mengembangkan sustainable agriculture. Dengan adanya kolaborasi ini, kita berharap dapat membuat Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi semakin istimewa,” ungkap Prof. Eni.
Kerja sama lima tahun tersebut menjadi kelanjutan dari hubungan yang telah dibangun antara YESSA dan FTP UGM dalam berbagai kegiatan pengembangan masyarakat dan lingkungan. Melalui program baru di Desa Umbulrejo, kolaborasi diarahkan untuk menghasilkan pendekatan yang dapat menjawab karakteristik serta tantangan wilayah karst.
DTPB FTP UGM Siap Mendukung Program di Desa Umbulrejo

Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan YESSA kepada DTPB FTP UGM dalam pelaksanaan program pengabdian di Desa Umbulrejo.
“Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan YESSA kepada DTPB FTP UGM untuk melaksanakan program pengabdian di Desa Umbulrejo,” ujar Dr. Arifin.
Keterlibatan DTPB FTP UGM dalam program tersebut diharapkan dapat mempertemukan kapasitas akademik dan penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi penting dalam mengembangkan program yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat dan keberlanjutan program dalam jangka panjang.
YESSA Apresiasi Kinerja Tim DTPB FTP UGM

Perwakilan YESSA, Naoshi Kondo, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah terbangun antara YESSA dan DTPB FTP UGM, termasuk berbagai capaian yang telah dihasilkan melalui program di Desa Sambak.
Menurutnya, keterlibatan dosen senior dan dosen muda dalam satu tim menjadi salah satu kekuatan penting dalam pelaksanaan program YESSA. Dosen senior dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas dalam mengembangkan arah program, sementara dosen muda membawa energi, kreativitas, serta pendekatan baru dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Sinergi antara dosen senior dan dosen muda ini sangat penting. Kami melihat bagaimana pengalaman dari dosen senior dapat berpadu dengan semangat dan ide-ide dari dosen muda sehingga program dapat dikelola dengan baik dan menghasilkan dampak yang nyata,” tambahnya.
Naoshi Kondo juga menilai bahwa kekuatan tim tersebut menjadi salah satu modal penting untuk melanjutkan kerja sama YESSA dan DTPB FTP UGM dalam jangka panjang. Pengalaman yang telah diperoleh melalui program di Desa Sambak diharapkan dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan program baru di Desa Umbulrejo.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang kuat dari tim DTPB FTP UGM yang telah menghasilkan kolaborasi dan hasil yang baik di Desa Sambak. Saya berharap dengan adanya kelanjutan program ini, kita di YESSA mengharapkan hasil yang baik dari tim ini,” ungkap Naoshi Kondo.
Sementara itu, Kamikubo Keita, Executive Secretary YESSA, menegaskan bahwa kepercayaan yang telah terbentuk antara YESSA dan DTPB FTP UGM menjadi salah satu dasar bagi pengembangan program kolaborasi dalam jangka waktu lima tahun.
Menurutnya, kerja sama jangka panjang tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi kedua pihak untuk mengembangkan program secara berkelanjutan serta menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Desa Umbulrejo Harapkan Kolaborasi Menjawab Persoalan Masyarakat

Dari sisi pemerintah desa, Bapak Wakimin beserta jajaran Pemerintah Desa Umbulrejo menyambut baik kerja sama yang akan dilaksanakan bersama YESSA dan FTP UGM.
“Harapan kami dengan adanya pengabdian ini dapat menjadi jembatan dalam menyelesaikan masalah yang ada di Desa Umbulrejo,” ungkap Wakimin.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sekaligus mengembangkan solusi yang sesuai dengan karakteristik Desa Umbulrejo sebagai wilayah karst.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Keberlanjutan Program

Dukungan terhadap kerja sama tersebut juga disampaikan oleh KPH H. Yudanegara, Ph.D. dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami memberikan full support untuk kerja sama ini dan semoga dari kerja sama ini, data yang diperoleh dari Desa Umbulrejo dapat diterapkan di kalurahan-kalurahan lainnya,” ungkap KPH H. Yudanegara.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan model pendampingan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi satu desa, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik yang serupa.
Dukungan juga diberikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program yang diusulkan oleh tim pengabdian bagi Desa Umbulrejo.
Menuju Program Lima Tahun Berbasis Ekonomi Sirkular dan Agroekologi

Kerja sama YESSA dan FTP UGM untuk Desa Umbulrejo mengusung tema “Sustainable Karst-Based Circular Economy & Agroecological System: Umbulrejo Village, Gunung Kidul Regency, Special Region of Yogyakarta, Indonesia.”
Tema tersebut menjadi landasan pengembangan program yang mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular dan agroekologi dengan kondisi lingkungan kawasan karst. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan pertanian.
Dengan dukungan YESSA, FTP UGM, Pemerintah Desa Umbulrejo, serta pemerintah daerah, program lima tahun ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai inovasi dan model pemberdayaan masyarakat yang berbasis riset, sesuai kebutuhan lokal, serta memiliki potensi untuk direplikasi.
Penguatan kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen DTPB FTP UGM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Melalui hubungan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan, program di Desa Umbulrejo diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari pengembangan model sustainable agriculture di Daerah Istimewa Yogyakarta.