Perkuat Komitmen Ekologi, FTP UGM dan Pemkab Bangka Sepakat Perluas Kerjasama Komoditas Pertanian

 YOGYAKARTA – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (DTPB FTP UGM) menggelar agenda pertemuan strategis bersama Pemerintah Kabupaten Bangka melalui tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di DTPB FTP UGM, Senin (19/10/2026). Pertemuan yang diinisiasi oleh DTPB FTP UGM ini bertujuan menyamakan persepsi, mengevaluasi riset, serta menyusun arah keberlanjutan kemitraan yang telah terjalin sejak 2017.

Dari jajaran Dekanat FTP UGM, pertemuan dihadiri Dekan Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P. Tim DTPB FTP UGM dipimpin langsung oleh Ketua Departemen Dr. Arifin Dwi Saputro, Sekretaris Departemen Dr. Chandra Setyawan, serta jajaran dosen peneliti yaitu Dr. Murtiningrum, Dr. Ngadisih, Dr. nat. techn. Rizki Maftukhah, dan Dr. Prieskarinda Lestari. Sementara itu, Pemkab Bangka diwakili Kepala Bappeda Ir. Pan Budi Marwoto, M.Si., bersama Dr. Darol Arkum dari Bidang Penelitian dan Pengembangan.

Tekanan Lingkungan dan Kebijakan Pertambangan

Peluasan cakupan kolaborasi ini didasari oleh meningkatnya tekanan terhadap lingkungan hidup di Kabupaten Bangka. Dalam diskusi terungkap bahwa salah satu pemicu utama tekanan ekologis tersebut adalah kebijakan perpanjangan izin penggunaan lahan untuk aktivitas pertambangan tanpa batas waktu.

Kebijakan ini berdampak langsung pada meluasnya lahan pascatambang berstatus ekstrem (pH tanah < 3 dan hilangnya unsur hara esensial), munculnya lubang tambang atau kolong tak terkelola, hingga meningkatnya risiko kegagalan usahatani akibat ancaman iklim. Kondisi tersebut menuntut intervensi sains, rekayasa teknologi, serta kebijakan tata kelola pertanian yang responsif dan adaptif.

Konsorsium dan Kolaborasi

Selama hampir satu dekade, kemitraan DTPB FTP UGM dan Pemkab Bangka telah menghasilkan berbagai pencapaian penting dalam pemulihan ekologi serta agribisnis lokal. Kerja sama ini bahkan berkembang menjadi konsorsium riset internasional yang melibatkan BOKU University (Austria) untuk spesialisasi kesehatan tanah dan biofertilizer, serta Universiti Putra Malaysia (UPM) untuk rekayasa pascapanen.

Inisiatif tersebut berfokus pada pendirian Center of Excellence (CoE) Tropical Soil Health sebagai pusat inovasi berkelanjutan, restorasi lahan pascatambang, serta pengembangan teknologi pascapanen demi mengembalikan kejayaan komoditas unggulan daerah.

Harapan dan Langkah Keberlanjutan

Melalui agenda yang diusung DTPB FTP UGM ini, kedua belah pihak sepakat memperluas cakupan kerja sama ke berbagai komoditas pertanian berkelanjutan lainnya guna memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kedua lembaga menegaskan pentingnya konsistensi evidence-based policy (kebijakan berbasis bukti) dalam perencanaan pembangunan daerah.

Sinergi ini sekaligus mengukuhkan komitmen global DTPB FTP UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses