Padang, 8 Juli 2026 – Inovasi teknologi pascapanen berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan mahasiswa Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), berhasil meraih Juara II Kategori Poster Terbaik pada ajang Inovasi Teknologi Pertanian Universitas Andalas 2026. Melalui inovasi SMART-CHARBLANKET, tim mahasiswa menawarkan solusi penyimpanan komunal berbasis charcoal cooling blanket yang mampu memperpanjang umur simpan sayuran hortikultura sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen, sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan pertanian yang lebih berkelanjutan.
Inovasi SMART-CHARBLANKET untuk Mengurangi Kehilangan Pascapanen
Tim yang terdiri atas Muhammad Fajar Ramadhani, Dwi Iswara Alviana, dan Rasyid Fahmi Ahnaf berhasil menghadirkan inovasi SMART-CHARBLANKET (Smart Charcoal Cooling Blanket), sebuah teknologi yang mengombinasikan sistem pendinginan pascapanen berbasis charcoal cooling blanket dengan teknologi Internet of Things (IoT).
Inovasi tersebut dirancang sebagai solusi penyimpanan komunal yang mampu mempertahankan kesegaran produk hortikultura lebih lama sehingga dapat menekan kehilangan hasil (postharvest losses) yang masih menjadi salah satu tantangan utama dalam rantai pasok pertanian di Indonesia.
SMART-CHARBLANKET memanfaatkan charcoal cooling blanket sebagai media pendingin yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan. Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem IoT yang memungkinkan pemantauan suhu dan kelembapan penyimpanan secara real-time, sehingga kondisi penyimpanan dapat dikendalikan secara optimal.
Melalui pendekatan tersebut, petani maupun kelompok tani memiliki alternatif teknologi penyimpanan yang lebih terjangkau dibandingkan sistem pendingin konvensional, sekaligus membantu menjaga mutu hasil panen hingga proses distribusi.
Mendorong Inovasi Mahasiswa untuk Pertanian Berkelanjutan
Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas mahasiswa DTPB FTP UGM dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di sektor pertanian. Pengembangan teknologi pascapanen berbasis digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok hortikultura, mengurangi kerugian pascapanen, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Prestasi tersebut juga menjadi wujud komitmen DTPB FTP UGM dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan kewirausahaan teknologi di kalangan mahasiswa melalui berbagai kompetisi nasional.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa DTPB FTP UGM untuk terus menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mewujudkan sektor pertanian Indonesia yang modern, tangguh, dan berkelanjutan.