Dosen DTPB FTP UGM Paparkan Pengembangan Smart Agriculture Berbasis AI pada Seminar UGM AI

Yogyakarta, 27 Juli 2026 – Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) semakin berperan penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih presisi, adaptif, dan berkelanjutan. Menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan teknologi berbasis AI, dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), Ir. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menjadi salah satu narasumber pada Seminar UGM AI: Riset dengan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan pada Senin, 27 Juli 2026, di Ruang Multimedia 1, Kantor Pusat UGM.

Seminar yang diinisiasi oleh UGM AI Center of Excellence tersebut menjadi forum diseminasi pengalaman, hasil penelitian, serta pengembangan produk dan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju peluncuran NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di UGM.

Forum Kolaborasi Pengembangan AI Multidisiplin

Seminar dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu “Riset dengan Penggunaan AI” dan “Pengembangan Produk Berbasis AI.” Sesi pertama membahas pemanfaatan AI sebagai metode penelitian, sedangkan sesi kedua menampilkan berbagai inovasi produk dan aplikasi berbasis AI yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan di berbagai bidang.

Dr. Andri Prima Nugroho hadir sebagai narasumber pada sesi “Pengembangan Produk Berbasis AI” bersama dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., Sp.A., Subsp.Neuro. dan Dr. Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs. Sesi tersebut dimoderatori oleh Dr. Muhammad Fakhrurrifqi.

AI sebagai Pengambil Keputusan dalam Smart Agriculture

Dalam paparannya, Dr. Andri menjelaskan bahwa penerapan AI pada bidang pertanian tidak berhenti pada penggunaan sensor, drone, maupun penyajian data melalui dashboard. Menurutnya, nilai utama kecerdasan artifisial terletak pada kemampuannya mengolah berbagai sumber data menjadi informasi, prediksi, dan rekomendasi yang mendukung proses pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting mengingat sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian kondisi lingkungan, keterbatasan sumber daya, hingga kebutuhan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan smart agriculture memerlukan integrasi antara teknologi pemantauan, analisis data, pemodelan, dan sistem pendukung keputusan (Decision Support System).

Menampilkan Berbagai Inovasi Smart Agriculture UGM

Dalam seminar tersebut, Dr. Andri juga memperkenalkan berbagai penelitian dan inovasi yang dikembangkan oleh Smart Agriculture Research Center UGM. Pengembangan tersebut meliputi sistem pemantauan lingkungan pertanian, evaluasi kesehatan tanaman di lahan terbuka, pemanfaatan citra drone dan data fisiologi tanaman, hingga sistem produksi pertanian terkendali berbasis data.

Berbagai sumber data tersebut diintegrasikan untuk membantu mendeteksi perubahan kondisi tanaman maupun lingkungan secara lebih dini sehingga dapat menghasilkan rekomendasi pengelolaan yang lebih presisi.

Dr. Andri menekankan bahwa pengembangan model AI di bidang pertanian harus dilakukan secara kontekstual. Model yang dibangun perlu mempertimbangkan karakteristik komoditas, kondisi agroekosistem tropis, skala usaha tani, serta kebutuhan pengguna di lapangan. Selain itu, proses validasi melalui pengamatan dan pengukuran langsung tetap menjadi bagian penting agar rekomendasi yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Mendorong Kolaborasi untuk Pengembangan AI di Bidang Pertanian

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai pengembangan model AI, kebutuhan data yang representatif, implementasi teknologi di lapangan, hingga tantangan validasi hasil prediksi.

Diskusi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI untuk sektor pertanian memerlukan kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan peneliti, pengembang teknologi, pemerintah, industri, mahasiswa, dan pengguna akhir agar inovasi yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Keikutsertaan Dr. Andri Prima Nugroho dalam Seminar UGM AI menunjukkan semakin besarnya kontribusi Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM dalam pengembangan kecerdasan artifisial yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di sektor pertanian. Melalui integrasi ilmu pertanian, biosistem, instrumentasi, penginderaan, dan AI, DTPB FTP UGM terus mendorong lahirnya inovasi smart agriculture yang lebih adaptif, presisi, dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Seminar UGM AI, Universitas Gadjah Mada juga memperkuat ekosistem riset AI multidisiplin sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan produk dan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses