Praktikum Bioenergi: Pembelajaran Lapangan Teknologi Biogas dan Ketel Uap di Industri Tahu Masyarakat

Magelang, Mei 2026 – Mahasiswa praktikan Teknik Bioenergi dari Lab. Energi Mesin Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM telah sukses menyelenggarakan kegiatan pembelajaran lapangan yang berfokus pada implementasi teknologi biogas dan ketel uap di sentra industri tahu Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai aplikasi praktis teknik bioenergi serta mengidentifikasi kebutuhan teknologi di masyarakat.

Kegiatan praktikum lapangan ini dipimpin oleh tim dosen yang terdiri dari Dr. Radi, STP., M.Eng. (Dosen Pengampu MK), Dr. Sri Markumningsih (Dosen Pengampu MK), dan Dr. Andri Prima Nugroho (Kepala Laboratorium dan Koordinator KBK). Turut serta dalam kegiatan ini adalah Marheriyanto dan Suryatmi sebagai teknisi, lima orang asisten, serta 15 mahasiswa praktikan.

Mahasiswa Praktikum diterima oleh Sekretaris Desa Sambak di Kantor Desa.

Pemanfaatan Limbah Tahu Menjadi Biogas

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah pabrik tahu di Desa Sambak yang telah berhasil mengimplementasikan teknologi biogas. Mahasiswa mempelajari secara langsung bagaimana limbah cair dari empat pabrik tahu di desa tersebut secara kolektif dikumpulkan dan diolah dalam satu unit digester untuk menghasilkan biogas. Gas yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sebagai sumber energi alternatif. Kepala dusun memberikan penjelasan teknis yang komprehensif mengenai kapasitas, perencanaan, pengelolaan, dan pemeliharaan instalasi biogas, diikuti dengan sesi diskusi interaktif bersama mahasiswa praktikan.

Inisiatif ini merupakan contoh nyata dari SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau dengan menyediakan akses energi terbarukan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber daya, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dengan mengurangi emisi gas metana dari limbah organik.

Mahasiswa Praktikum mendengarkan penjelasan dari Kepala Dusun terkait proses produksi tahu dan pemanfaatan limbah carinya untu biogas

 

Efisiensi Industri Tahu dengan Ketel Uap

Kunjungan kedua dilanjutkan ke pabrik tahu yang telah mengadopsi teknologi ketel uap (steam boiler) untuk proses pemasakan tahu. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung praktik pemasakan menggunakan ketel uap, yang terbukti dapat meningkatkan efisiensi proses, mengurangi kerusakan bahan, dan meminimalkan pembentukan kerak. Diskusi mendalam dengan pengelola pabrik memberikan wawasan teknis operasional dan pemeliharaan ketel uap.

Penerapan teknologi ketel uap ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan mendorong industrialisasi yang berkelanjutan dan inovatif, serta meningkatkan efisiensi sumber daya dalam produksi tahu.

Mengenal Teknologi Ketel uap untuk pemasakan bubur pada pembuatan tahu

Manfaat Praktikum Lapangan

Praktikum lapangan ini memberikan berbagai manfaat signifikan bagi mahasiswa, antara lain:

  1. Pemahaman Implementasi Teknik Bioenergi: Mahasiswa mendapatkan pemahaman langsung mengenai penerapan teknik bioenergi di lapangan.
  2. Identifikasi Kebutuhan Teknologi: Memberikan pengalaman dalam mengidentifikasi kebutuhan teknologi di masyarakat terkait solusi teknik bioenergi.
  3. Pengalaman Komunikasi Publik: Melatih kemampuan komunikasi publik dengan masyarakat, analisis permasalahan, dan penyampaian gagasan.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis mahasiswa tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam menciptakan Komunitas dan Permukiman Berkelanjutan (SDG 11) melalui solusi energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang efektif.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses