Purwakarta, 12 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat daya saing industri alat dan mesin pertanian (alsintan) nasional, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Product Design and Development Sektor Alat Mesin Pertanian pada 10–12 Juni 2026 di Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan yang diikuti oleh 26 perwakilan perusahaan produsen alsintan dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan meningkatkan kompetensi industri dalam pengembangan produk, standardisasi, pengendalian mutu, serta pengukuran teknik sebagai fondasi menghasilkan produk alsintan yang berkualitas dan berdaya saing.
Bimtek ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pelaku industri alsintan dalam aspek pengembangan produk, standardisasi, pengendalian mutu, serta pengukuran teknik yang menjadi fondasi penting dalam menghasilkan produk alsintan yang berkualitas, aman, dan berdaya saing tinggi. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, Bimtek ini diselenggarakan dengan menghadirkan instruktur dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Dr. Radi, S.TP., M.Eng., Dr. Makbul Hajad, S.TP., M.Eng., dan Sri Markumningsih, S.TP., M.Sc., Ph.D.
Kegiatan diawali pada Rabu (10/6) dengan registrasi peserta, pembukaan, pengarahan program, serta pelaksanaan pre-test untuk mengidentifikasi kemampuan awal peserta. Selanjutnya peserta mengikuti sesi pengkondisian kelas dan pembentukan kelompok sebagai sarana membangun interaksi dan kolaborasi selama pelatihan berlangsung.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Overview Industri dan Teknologi Alat Mesin Pertanian yang disampaikan oleh Dr. Radi. Materi ini membahas perkembangan industri alsintan, tren teknologi terkini, serta tantangan yang dihadapi produsen dalam menghadapi persaingan global. Sesi berikutnya disampaikan oleh Sri Markumningsih, Ph.D. mengenai Regulasi dan Standardisasi Alat Mesin Pertanian, yang mencakup Standar Nasional Indonesia (SNI), aspek mutu produk, serta pentingnya penerapan standar dalam meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk alsintan. Pada sesi terakhir, Dr. Makbul Hajad menyampaikan materi Basic Engineering Design untuk Pengembangan Produk Alsintan, yang membahas prinsip-prinsip dasar desain teknik, tahapan pengembangan produk, hingga penyusunan konsep desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Memasuki hari kedua, fokus pelatihan diarahkan pada aspek pengukuran teknik dan quality control. Materi Prinsip Dasar Pengukuran Teknik yang disampaikan oleh Dr. Makbul Hajad memberikan pemahaman mengenai konsep akurasi, presisi, toleransi, dan kalibrasi. Selanjutnya, Dr. Radi memperkenalkan berbagai alat ukur teknik yang umum digunakan dalam proses produksi dan inspeksi produk alsintan. Pada sesi berikutnya, Sri Markumningsih, Ph.D. membahas konsep Quality Control (QC) dan Quality Inspection Produk Alsintan, termasuk metode inspeksi mutu, identifikasi cacat produk, serta pentingnya dokumentasi dalam sistem pengendalian mutu.
Kegiatan hari kedua semakin menarik dengan adanya sesi demonstrasi penggunaan alat ukur dan praktik pengukuran dimensi komponen maupun produk alsintan. Dalam sesi ini, peserta secara langsung melakukan pengukuran menggunakan berbagai alat ukur teknik serta mempraktikkan prosedur inspeksi dimensi yang umum diterapkan di industri manufaktur alsintan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam diskusi dan praktik kelompok yang difasilitasi oleh tim trainer.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti sharing session pengujian alat mesin pertanian, yang membahas pengalaman dan praktik terbaik dalam pengujian alsintan baik di laboratorium maupun di lapangan. Sesi ini memberikan wawasan mengenai parameter pengujian, prosedur pengambilan data, hingga aspek keselamatan dan keandalan produk yang harus diperhatikan sebelum produk dipasarkan.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap aspek desain produk, standardisasi, quality control, dan pengukuran teknik yang menjadi kompetensi utama dalam pengembangan produk alsintan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam proses pengembangan produk di perusahaan masing-masing. Dengan demikian, industri alsintan nasional dapat terus meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar yang berlaku, serta menghasilkan inovasi yang mendukung modernisasi pertanian Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, penyampaian kesan dan pesan peserta, serta foto bersama antara peserta, panitia, dan tim trainer sebagai penanda berakhirnya rangkaian Bimbingan Teknis Product Design and Development Sektor Alat Mesin Pertanian Tahun 2026.