Bangka, 30 Juni–3 Juli 2026 – Di balik reputasinya sebagai penghasil Muntok White Pepper yang mendunia, Pulau Bangka kini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Dampak perubahan iklim, semakin masifnya alih fungsi lahan menjadi kawasan pertambangan timah dan perkebunan kelapa sawit, serta menurunnya produktivitas lada mengancam keberlanjutan komoditas yang telah menjadi identitas daerah selama puluhan tahun. Berangkat dari kondisi tersebut, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) bersama BOKU University, Austria, memperkuat kolaborasi internasional di Pulau Bangka melalui rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 30 Juni–3 Juli 2026. Kegiatan ini mengintegrasikan dua program, yaitu kolaborasi riset internasional melalui skema ASEA-UNINET serta program pengabdian kepada masyarakat melalui skema Equity Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, sekaligus menjadi bagian dari penguatan jejaring kerja sama internasional DTPB FTP UGM bersama berbagai mitra, termasuk Kasetsart University, Thailand, dalam mendukung pembangunan pertanian yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi global.
Kolaborasi Internasional melalui Program ASEA-UNINET
Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah pelaksanaan proyek riset internasional bertajuk “Use of Locally Available Soil Amendments to Reduce Heavy Metal Concentrations in Important Food Crops” yang didanai melalui skema ASEA-UNINET. Proyek penelitian ini diketuai oleh Dr. nat. techn. Rizki Maftukhah, S.T.P., M.Sc. dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM sebagai bagian dari konsorsium penelitian yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (Indonesia), BOKU University (Austria), dan Vietnam National University of Agriculture (VNUA), Vietnam. Rangkaian kegiatan lapangan di Pulau Bangka pada kesempatan ini diikuti oleh tim peneliti dari UGM dan BOKU University sebagai bagian dari implementasi awal penelitian.
Penelitian tersebut bertujuan mengembangkan pendekatan pengelolaan tanah melalui pemanfaatan amandemen tanah yang tersedia secara lokal untuk mengurangi konsentrasi logam berat pada tanaman pangan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung sistem pertanian yang lebih aman sekaligus meningkatkan kualitas hasil pertanian pada lahan-lahan yang berpotensi terpapar kontaminasi logam berat.

Delegasi BOKU University yang mengikuti kegiatan lapangan terdiri atas Priv.-Doz. Rebecca Hood-Nowotny, M.B.A., Ph.D., Juliana Jäggle, M.Sc., dan Lea Wellinger, M.Sc. Sementara itu, tim DTPB FTP UGM yang terlibat meliputi Dr. nat. techn. Rizki Maftukhah, S.T.P., M.Sc., Dr. Ngadisih, S.T.P., M.Sc., Dr. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., serta Dr. Prieskarinda Lestari, S.T.
Sebagai bagian dari kegiatan penelitian, tim melakukan observasi ke lahan pascatambang timah di Kabupaten Bangka untuk mengamati kondisi biofisik lahan sekaligus mendiskusikan potensi penerapan teknologi rehabilitasi lahan berbasis agroengineering. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi strategi pemanfaatan lahan terdegradasi agar kembali produktif tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya DTPB FTP UGM dalam memperluas jejaring penelitian internasional bersama berbagai institusi mitra. Selain melibatkan BOKU University melalui skema ASEA-UNINET, pengembangan riset di bidang pertanian berkelanjutan juga diperkuat melalui kerja sama dengan Kasetsart University, Thailand. Sinergi antarperguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan teknologi pertanian, rehabilitasi lahan, adaptasi perubahan iklim, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui riset kolaboratif dan pertukaran akademik.
Program Equity DPKM UGM Dukung Revitalisasi Lada Putih Bangka
Selain melaksanakan riset internasional, tim DTPB FTP UGM juga menjalankan program pengabdian kepada masyarakat melalui skema Equity Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM yang dipimpin oleh Dr. Ngadisih, S.T.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Program bertajuk “Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim, Inovasi Agroengineering, dan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk Keberlanjutan Perkebunan Lada Putih di Pulau Bangka” dirancang sebagai inisiatif riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat untuk menjawab berbagai tantangan yang menyebabkan penurunan produktivitas lada putih di Bangka.
Melalui pendekatan multidisiplin, program ini mengintegrasikan strategi adaptasi perubahan iklim, penerapan inovasi teknologi pertanian, serta penyusunan perencanaan pembangunan daerah guna mendukung keberlanjutan komoditas lada putih sebagai salah satu identitas dan penggerak ekonomi masyarakat Bangka.
Berdialog Langsung dengan Petani Lada
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun lada milik Satera Yudaryoso, salah satu petani mitra dalam Program Equity. Lokasi tersebut sebelumnya menjadi bagian dari kegiatan penyusunan roadmap revitalisasi lada putih Bangka pada awal Juni 2026.
Tim berdiskusi secara langsung mengenai berbagai tantangan budidaya lada, mulai dari perubahan pola iklim, penurunan produktivitas tanaman, kondisi kesuburan tanah, hingga peluang penerapan inovasi teknologi untuk meningkatkan hasil panen.

Delegasi dari BOKU University turut berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kesehatan tanah, rehabilitasi lahan, serta strategi adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim yang telah diterapkan di Austria. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan riset bersama sekaligus memperkuat inovasi yang sesuai dengan kondisi lokal di Bangka.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Dalam rangka memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, tim melakukan audiensi bersama Kepala BAPPEDA Kabupaten Bangka, Ir. Pan Budi Marwoto, M.Si. Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi antara hasil riset perguruan tinggi dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung revitalisasi perkebunan lada putih melalui pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy) dan inovasi teknologi.

Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta peningkatan daya saing komoditas pertanian unggulan Bangka.
Diskusi Bersama Mahasiswa KKN-PPM UGM

Sebagai bagian dari penguatan kegiatan pengabdian, tim juga mengunjungi mahasiswa KKN-PPM UGM Unit “Bakam Bercerita” yang bertugas di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama mahasiswa untuk menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dengan agenda pengembangan komoditas lada dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Mahasiswa memaparkan berbagai program pemberdayaan yang sedang dijalankan di desa, sementara para dosen dan peneliti memberikan masukan mengenai peluang pengembangan pertanian berbasis inovasi dan adaptasi perubahan iklim.
Salah satu topik utama yang mengemuka adalah perubahan mata pencaharian masyarakat Desa Bukit Layang yang kini didominasi oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan timah. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi keberlangsungan perkebunan lada putih yang selama ini menjadi identitas Kabupaten Bangka.
Dalam diskusi tersebut, tim DTPB FTP UGM menjelaskan bahwa Bangka dikenal sebagai penghasil Muntok White Pepper, salah satu lada putih terbaik di dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir produktivitas komoditas tersebut mengalami penurunan akibat perubahan iklim, semakin luasnya alih fungsi lahan, serta menurunnya minat masyarakat untuk membudidayakan lada.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim, inovasi agroengineering, dan perencanaan pembangunan daerah agar komoditas lada putih dapat kembali berkembang secara berkelanjutan.
Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan mengenai pembangunan pertanian berkelanjutan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional. Interaksi langsung dengan para peneliti dari Austria memberikan perspektif baru mengenai penerapan riset dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
Mendorong Kolaborasi Berkelanjutan
Melalui rangkaian kegiatan selama empat hari tersebut, DTPB FTP UGM menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi internasional. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, mahasiswa, petani, dan mitra global diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif untuk menghadapi dampak perubahan iklim, mempercepat revitalisasi Muntok White Pepper, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka.
Kolaborasi antara UGM dan BOKU University juga diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan riset dan pengabdian yang berkelanjutan, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.