Yogyakarta, 22 Juli 2026 – Penguatan mutu pendidikan tinggi memerlukan kolaborasi antarinstitusi dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaik, khususnya dalam pengembangan kurikulum, sistem penjaminan mutu, serta akreditasi program studi. Berangkat dari semangat tersebut, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) menerima kunjungan akademik dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Selasa (22/7). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang DTPB FTP UGM ini menjadi forum diskusi sekaligus penjajakan kerja sama dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang teknik pertanian dan biosistem.
Perkuat Sinergi Antar Perguruan Tinggi

Delegasi Universitas Padjadjaran dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc., selaku Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Turut hadir Dr. Wakyu Kristian Sugandi, S.TP., M.Si., selaku Ketua Program Studi Sarjana Teknik Pertanian Universitas Padjadjaran.
Kedatangan rombongan disambut oleh Sekretaris Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, Dr. Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., bersama Bendahara Departemen, Dr. Sri Markumningsih, S.T.P., M.Eng. Ketua Program Studi Magister Teknik Pertanian Dr. Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.Sc. serta beberapa Dosen antara lain Prof. Dr. Ir. Bambang Purwantana dan Dr. Radi, S.T.P., M.Eng. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif sebagai bentuk komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat jejaring kerja sama akademik di bidang teknik pertanian dan biosistem.
Bertukar Pengalaman dalam Pengembangan Kurikulum

Salah satu fokus utama diskusi adalah pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia industri, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebijakan pendidikan tinggi. DTPB FTP UGM berbagi pengalaman mengenai proses penyusunan, implementasi, dan evaluasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), termasuk strategi dalam menyesuaikan capaian pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi pertanian.
Selain membahas pengembangan kurikulum, kedua institusi juga berdiskusi mengenai implementasi sistem penjaminan mutu, proses sertifikasi, serta strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas akreditasi program studi. Berbagai pengalaman yang telah diterapkan di DTPB FTP UGM menjadi bahan diskusi bagi Universitas Padjadjaran dalam mengembangkan sistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Membuka Peluang Kerja Sama Akademik

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wakyu Kristian Sugandi, S.TP., M.Si., menyampaikan harapannya agar kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara kedua institusi.
“Dengan adanya pembukaan kerja sama ini, kami berharap kita dapat bersama-sama melakukan brainstorming, khususnya dalam hal pengembangan kurikulum,” ungkapnya.
Harapan tersebut disambut positif oleh DTPB FTP UGM. Kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi antarpendidikan tinggi sangat penting dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Selain pengembangan kurikulum, peluang kerja sama juga terbuka pada bidang penelitian, pertukaran akademik, pengembangan sumber daya manusia, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Mendorong Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi

Melalui kunjungan ini, DTPB FTP UGM kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang terbuka dalam berbagi praktik baik (best practices) kepada perguruan tinggi mitra. Diskusi yang berlangsung diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran, tetapi juga menghasilkan berbagai peluang kolaborasi dalam pengembangan kurikulum, penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi di bidang teknik pertanian dan biosistem.
Ke depan, sinergi antara kedua institusi diharapkan mampu mendukung terciptanya sistem pendidikan tinggi yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing global, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian, biosistem, serta pembangunan berkelanjutan.