Dr. Andri hadir sebagai narasumber akademik dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Melalui topik “Precision Farming & Sustainability”, sesi ini ditujukan untuk memperkenalkan pendekatan pertanian presisi kepada mahasiswa sekaligus memberikan bahan pengembangan gagasan inovasi pertanian.
Dalam sesi Academic Keynote Presentation bertopik “Precision Farming & Sustainability”, Andri mengangkat pentingnya menghubungkan data pertanian dengan keputusan dan tindakan budidaya. Pertanian presisi menempatkan kondisi tanaman dan lingkungan sebagai dasar untuk menentukan tindakan yang sesuai, sehingga penggunaan teknologi memiliki arah yang jelas dalam menjawab kebutuhan pengelolaan pertanian.

Materi yang disiapkan untuk sesi ini menguraikan hubungan antara pengukuran, analisis, keputusan, tindakan, dan evaluasi. Sensor, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan otomasi memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam alur tersebut. Pengumpulan data perlu dilanjutkan dengan pemanfaatan informasi untuk membantu pengelolaan air, nutrisi, maupun lingkungan tumbuh tanaman.

Pengalaman riset UGM menjadi bahan pembelajaran melalui contoh pengembangan Smart Greenhouse dan pengendalian mikroklimat berbasis defisit tekanan uap atau vapour pressure deficit (VPD). Materi juga mengaitkan pemanfaatan citra UAV dan AI untuk inventarisasi pohon sawit serta implementasi sistem informasi irigasi SIPASI. Contoh-contoh ini memperlihatkan ragam kebutuhan pengelolaan pertanian yang dapat didukung oleh pengukuran, analisis data, dan pendampingan pengguna.
Keberlanjutan menjadi perhatian dalam menilai manfaat penerapan teknologi. Peningkatan produktivitas perlu dilihat bersama efisiensi penggunaan air, nutrisi, dan energi, mutu hasil, biaya operasi, serta kemampuan pengguna memelihara sistem. Dengan pendekatan ini, pemilihan teknologi dapat disesuaikan dengan masalah budidaya dan kondisi setempat, sekaligus menyediakan dasar untuk mengevaluasi manfaatnya.

Catatan tanya jawab kegiatan memuat persoalan yang dekat dengan penerapan di lapangan, mulai dari kesejahteraan petani kecil, integrasi pengalaman dan pengetahuan lokal, hingga keakuratan data sensor dan IoT. Pertanyaan peserta juga menyoroti peluang digital farming bagi petani yang masih menggunakan teknologi manual dan benih lokal. Ragam pertanyaan tersebut menunjukkan pentingnya menghubungkan inovasi dengan keterjangkauan, keandalan informasi, dan kebutuhan nyata pengguna.


Melalui rangkaian PMIA 2026, mahasiswa didorong mengembangkan gagasan inovasi pertanian yang berangkat dari masalah pengguna. Kontribusi Andri dalam webinar ini mempertemukan perspektif akademik dengan tantangan penerapan teknologi di sektor pertanian. Pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk merancang solusi yang relevan, dapat diuji manfaatnya, dan mendukung pertanian yang lebih efisien serta berkelanjutan.