YESSA UGM Gelar Kick-Off Program Ekonomi Sirkular Berbasis Karst di Umbulrejo Gunungkidul

GUNUNGKIDUL – Tim Yanmar Environmental Sustainability Support Agency (YESSA) bersama Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kick-off program kerja sama di Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (8/10/2026). Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Balai Kalurahan Umbulrejo ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan kawasan pertanian karst berbasis sirkular dan berkelanjutan.

Kegiatan kick-off ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim YESSA DTPB FTP UGM Prof. Lilik Sutiarso, Ketua DTPB FTP UGM Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., jajaran dosen, serta mahasiswa jenjang Sarjana hingga Doktor. Rombongan UGM disambut secara hangat oleh Lurah Umbulrejo, Wakimin, beserta jajaran perangkat kalurahan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara YESSA dan FTP UGM pada 21 Agustus 2026 yang disaksikan oleh Kepala Dinas PMK2PS DIY, KPH H. Yudanegara, Ph.D.

Mengembangkan Ekonomi Sirkular Karst dan Agroekologi Berkelanjutan

Melihat keunikan Kalurahan Umbulrejo sebagai wilayah penghasil pertanian yang dikelilingi pegunungan karst, Tim YESSA DTPB FTP UGM mencanangkan program bertajuk “Sustainable Karst-Based Circular Economy & Agroecological System”. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan budi daya pertanian di lahan marginal agar tetap produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Ketua DTPB FTP UGM, Dr. Arifin Dwi Saputro, berharap program ini membawa dampak positif jangka panjang bagi kemandirian warga lokal.

“Semoga kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat memberikan dampak nyata bagi warga Umbulrejo. Harapan kami ke depan, setelah rangkaian kegiatan ini selesai, masyarakat dapat tumbuh lebih mandiri serta memperoleh akses jejaring kerja sama yang lebih luas,” ujar Dr. Arifin.

Sementara itu, Ketua Tim YESSA DTPB FTP UGM, Prof. Lilik Sutiarso, menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen bertahap dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Program ini akan kita laksanakan secara bertahap. Kami sangat berharap adanya partisipasi aktif dari seluruh warga masyarakat sehingga setiap tahapan program dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat yang optimal bagi Umbulrejo,” tutur Prof. Lilik.

Seusai acara pembukaan di balai desa, rombongan UGM dan perangkat desa meninjau langsung salah satu lokasi implementasi program, yaitu kebun kakao milik Wiyono, seorang petani lokal yang gigih membudidayakan kakao di tengah keterbatasan lahan marginal karst Gunungkidul.

Melalui pendampingan ini, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM mengukuhkan komitmennya dalam membumikan inovasi teknologi pertanian berbasis agroekologi guna mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah karst.

Inisiatif terapan yang didukung oleh kolaborasi internasional YESSA dan UGM ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan (penguatan sistem pertanian dan kesejahteraan petani kawasan marginal), SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (penerapan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan lingkungan karst), SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (penerapan sistem agroekologi adaptif), serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi akademisi, lembaga internasional, dan pemerintah kelurahan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses