FGD Rencana Pengembangan Agrowisata Kebun Buah Nawungan

Selasa, 15 Desember 2020 jam 09.00 – 12.00 WIB diadakan Forum Group Discussion (FGD) atau Diskusi Terarah Rencana Pengembangan Agrowisata Kebun Buah Nawungan. FGD ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bantul. Lokasi FGD di Omah Kopi Dusun Nawungan Desa Selopamioro – Imogiri Kabupaten Bantul. Peserta FGD adalah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bantul antara lain: i) Dinas Lingkungan Hidup, ii) Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan, iii) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP), iv) Badan Penanggulangan Bencana Daerah, v) Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, vi) Dinas Perhubungan, dan vii) Dinas Pariwisata. FGD bertujuan untuk koordinasi antar OPD Bantul dan UGM dalam pengembangan Agrowisata Kebun Buah Nawungan.

Suasana FGD Rencana Pengembangan Kebun Buah Nawungan


Agrowisata Kebun Buah Nawungan mulai dibangun pada Tahun 2013 dengan surat kekancingan Kementrian Dalam Negeri, Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) dengan Anggaran APBN. Bibit buah (Duriang, Alpukat, Rambutan, Kelengkeng, Sirsak) ditanam pada lahan seluas 35 hektar, menggunakan sistem agroforestri. Tanaman pangan seperti padi gogo, jagung, kacang tanah dibudidayakan di sela-sela tanaman buah. Sedangkan tanaman kayu-kayuan (Jati dan Sonokeling) dibudidayakan di batas lahan. Lahan kebun buah dikelola oleh petani dusun Nawungan 2. Pendampingan kelompok tani buah telah dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas budidaya tanaman buah-buahan oleh Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan dan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM sejak tahun 2015. Pasar atau tempat penjualan buah-buahan dari Kebun Buah Nawungan telah didirikan pada tahun 2018 yakni Bukit Dermo. Fasilitas pasar (Bukit Dermo) dilengkapi dengan master plan dan telah dibangun beberapa fasilitas seperti area parkir, gazebo, listrik, dan kolam. Selain itu, DTPB FTP UGM melakukan pendampingan pengolahan buah-buahan dan hasil pertanian lainnya (singkong, yang ada di Selopamioro. Produk ini menjadi menu andalan Gubug Dermo (semacam mini café), diresmikan oleh Dekan FTP UGM pada acara Puncak Dies FTP UGM 19 September 2020.
Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng, ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM menjadi narasumber pada FGD. Bahwa DTPB FTP UGM telah mendampingi Selopamioro sejak tahun 2015 dalam skema pengabdian masyarakat. Sejak tahun 2019, DTPB FTP UGM bekerjasama dengan Yanmar Environment Sustainable Support Association (YESSA) Jepang untuk pengembangan “Agri-environmental Edu Techno Park”. Fokus kegiatan adalah pengembangan wisata berbasis teknologi pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Bantul khususnya di Desa Selopamioro dan Sriharjo Kecamatan Imogiri. FGD diawali dengan pemaparan master plan oleh direktorat Sarana dan Prasarana BAPPEDA Bantul. Selanjutnya pemaparan grand design “Agri-environmental Edu Techno Park” oleh Prof.Dr.Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng. BAPPEDA akan menindaklanjuti hasil FGD yang berupa koordinasi dan sinergi antar OPD dan UGM dalam percepatan pengembangan Kebun Buah Nawungan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani Selopamioro.

Kontributor: Ngadisih

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.