Tim PKMIP FTP UGM Melakukan Survei Rencana Implementasi SIPASI di Daerah Irigasi Cibaliung, BBWS Cidanau Ciujung Cidurian

Pandeglang, 26 Februari 2026Tim Pusat Kajian Modernisasi Irigasi dan Pertanian (PKMIP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan survei dan diskusi rencana implementasi Sistem Pengelolaan Irigasi (SIPASI) di Daerah Irigasi (DI) Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini berlangsung pada 23–26 Februari 2026 dan merupakan bagian dari penguatan kerja sama antara Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian.

Tim DTPB FTP UGM yang terlibat terdiri atas Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo, M.Eng.; Muhamad Khoiru Zaki, S.P., M.P., Ph.D.; Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D.; Hanggar Ganara Mawandha, S.T., M.Eng., Ph.D.; Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc.; serta Rohmad Basuki, S.T.P. Kegiatan mencakup diskusi teknis bersama BBWS C3 serta kunjungan lapangan di Desa Nanggala, Kecamatan Cibaliung, untuk melihat secara langsung kondisi jaringan dan sistem operasi irigasi.

Ir. Arlinsyah, S.T., M.Sc., selaku Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (Kabid OP) BBWS C3, memaparkan kondisi eksisting DI Cibaliung, termasuk tantangan distribusi air dan efektivitas pengelolaan jaringan. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi yang dilakukan. “Kami menyambut baik rencana implementasi SIPASI ini. Upaya modernisasi irigasi berbasis sistem informasi sangat relevan untuk mendukung peningkatan kinerja operasi dan pemeliharaan di DI Cibaliung,” ungkapnya.

Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo, M.Eng. menegaskan bahwa penguatan sistem irigasi perlu dilakukan secara komprehensif.

“Modernisasi irigasi tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga tata kelola dan sistem pengambilan keputusan. Melalui SIPASI, diharapkan proses operasi dapat lebih terukur, transparan, dan berbasis data,” jelas Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo, M.Eng.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D. menjelaskan bahwa integrasi teknologi monitoring menjadi elemen penting dalam implementasi sistem.

“Dengan dukungan sensor tinggi muka air dan pengukuran debit yang terintegrasi, sistem dapat menyediakan informasi secara real-time sehingga pengaturan distribusi air menjadi lebih presisi dan responsif,” tutur Dr. Andri.

Kepala Desa Nanggala, Sumarna, turut menyampaikan harapannya terhadap rencana pengembangan tersebut.

“Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kepastian layanan air bagi petani di wilayah kami. Jika pengelolaan air semakin baik, tentu akan berdampak positif pada produktivitas pertanian masyarakat.” 

Kegiatan survei ini tidak hanya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara DTPB FTP UGM, BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, serta pemerintah desa, implementasi SIPASI di DI Cibaliung diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju sistem irigasi yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses