Yogyakarta, 21 April 2026 — Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) melalui Pusat Kajian Modernisasi Irigasi dan Pertanian (PKMIP) menyelenggarakan lokakarya perumusan kebijakan single management irigasi di Operation Room FTP UGM. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan praktisi untuk merumuskan konsep pengelolaan irigasi yang lebih terintegrasi dan implementatif.
Lokakarya ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem irigasi nasional yang berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika pemanfaatan sumber daya air.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Perumusan Kebijakan

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, baik secara luring maupun daring. Dari pihak internal, hadir Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, Dr. Arifin Dwi Saputro, yang mewakili Dekan FTP UGM. Turut hadir Ketua Paguyuban Petugas Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Indonesia (P2OPI), Ir. Djito, S.P., serta Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas, Ir. Juari, M.E.
Dari kalangan akademisi, hadir Ketua PKMIP FTP UGM, Dr. Ansita Gupitakingkin Pradipta; Dewan Pakar PKMIP sekaligus Guru Besar di bidang teknik dan manajemen irigasi, Prof. Sigit Supadmo Arif; serta sejumlah dosen dan peneliti PKMIP, seperti Ir. Andri Prima Nugroho, Ph.D.; Hanggar Ganara Mawandha, Ph.D.; Dr. Ngadisih; dan Chandra Setyawan, Ph.D.
Kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah pemangku kepentingan secara daring yang merupakan tokoh kunci di bidangnya, antara lain Dr. L.M. Bakti, S.T., M.T. selaku Kepala Subdirektorat Air Tanah dan Air Baku, Direktorat Irigasi dan Rawa, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum; Dr. Dede Sulaeman selaku Direktur Perlindungan dan Optimalisasi Lahan, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi, Kementerian Pertanian; serta perwakilan dari Balai Teknik Irigasi dan Balai Teknik Rawa di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta Direktorat Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi, Kementerian Pertanian.
Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor Teknik Pertanian UGM, termasuk satu mahasiswa program doktor, sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik.
Urgensi Regulasi dan Integrasi Pengelolaan Irigasi

Dalam diskusi, peserta menyoroti pentingnya percepatan penyusunan regulasi turunan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, khususnya terkait Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Irigasi. Hingga saat ini, regulasi tersebut dinilai belum terbit meskipun telah melewati masa transisi yang cukup panjang.
Konsep single management irigasi sendiri menekankan pada pengelolaan sistem irigasi secara terintegrasi dari jaringan utama hingga jaringan tersier. Meskipun kewenangan pelaksanaan berada pada beberapa kementerian, perencanaan teknis diharapkan tetap berada dalam satu kerangka terpadu untuk menjamin efisiensi dan keberlanjutan sistem.
Modernisasi Irigasi dan Penguatan SDM

Lokakarya juga membahas pentingnya redefinisi konsep modernisasi irigasi yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek manajemen, kelembagaan, dan sumber daya manusia.
Digitalisasi sistem pelaporan operasi dan pemeliharaan (OP) menjadi salah satu perhatian utama, menggantikan sistem manual menuju platform digital yang lebih efisien dan responsif. Selain itu, penguatan kapasitas petugas OP melalui pelatihan dan sertifikasi dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas layanan irigasi di lapangan.
Peran Strategis Perguruan Tinggi

Sebagai institusi akademik, FTP UGM melalui PKMIP berperan sebagai pihak yang netral dan berbasis ilmiah dalam menjembatani kebutuhan kebijakan dan praktik di lapangan. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan dalam penyusunan Peraturan Pemerintah tentang Irigasi.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kontribusi terhadap Pencapaian SDGs
Pelaksanaan lokakarya ini secara langsung berkontribusi pada beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 2 (Zero Hunger): melalui penguatan sistem irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional
- SDG 6 (Clean Water and Sanitation): melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan
- SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure): melalui pengembangan inovasi dan modernisasi sistem irigasi berbasis teknologi
- SDG 17 (Partnerships for the Goals): melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan praktisi
Pendekatan ini menunjukkan bahwa modernisasi irigasi tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan secara luas. Melalui lokakarya ini, diharapkan tercipta sinergi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan irigasi yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi penting dalam mendukung sistem pertanian nasional yang tangguh serta menjaga ketahanan pangan Indonesia di masa depan.