Magelang, 17 April 2026 – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (DTPB FTP UGM) menghadiri undangan Halal Bihalal dan diskusi bersama Pemerintah Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, yang diselenggarakan di Kebun Buah Desa Sambak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, khususnya dalam pengembangan desa berbasis potensi lokal. Desa Sambak sendiri telah menjadi desa binaan DTPB FTP UGM sejak tahun 2022.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa Binaan

Dalam kegiatan ini, tim dosen DTPB FTP UGM yang hadir antara lain Ketua Departemen, Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Ketua Tim Pengabdian YESSA-UGM Prof. Lilik Sutiarso, serta Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Eng., Ph.D.
Kehadiran DTPB FTP UGM dalam forum ini mencerminkan kesinambungan program pendampingan desa yang telah berjalan selama beberapa tahun, sekaligus menjadi ruang diskusi untuk merumuskan pengembangan desa ke depan.
Turut hadir pula berbagai instansi pemerintah daerah Kabupaten Magelang serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan desa.
Pengembangan Desa Mandiri Berbasis Potensi Lokal

Sambutan diawali oleh Kepala Desa Sambak, Dahlan, yang menyampaikan harapan terhadap pengembangan Kebun Buah Desa Sambak sebagai salah satu sumber ekonomi desa.
“Semoga kebun buah yang ada ini dapat berkontribusi pada pendapatan desa untuk mendukung desa menjadi desa yang mandiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menceritakan perjalanan Desa Sambak dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak selama empat tahun terakhir, termasuk dengan FTP UGM melalui program YESSA. Selain itu, disampaikan pula rencana pengembangan desa ke depan, seperti integrasi sistem biogas dari sektor peternakan sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Apresiasi dan Rencana Pengembangan Kolaborasi


Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Arifin Dwi Saputro yang memberikan apresiasi terhadap komitmen masyarakat desa.
“Apresiasi kami kepada seluruh komponen Desa Sambak yang terus menunjukkan semangat dan konsistensi dalam menjalankan berbagai program pengabdian. Ini menjadi modal penting dalam membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Lilik Sutiarso memaparkan peluang kerja sama ke depan, khususnya terkait pengembangan program berbasis lingkungan seperti carbon capture yang berpotensi mendukung aspek keberlanjutan desa.
Perwakilan Bappeda Kabupaten Magelang, Ibu Puji, juga mengapresiasi perkembangan Desa Sambak sebagai salah satu desa berprestasi di wilayah tersebut. Ia menyampaikan bahwa program-program berbasis lingkungan yang telah dijalankan berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Panen Perdana sebagai Simbol Kemandirian Desa

Kegiatan Halal Bihalal dan diskusi ditutup dengan panen perdana buah kelengkeng di Kebun Buah Desa Sambak. Panen ini menjadi simbol awal kemandirian ekonomi desa berbasis pengelolaan sumber daya lokal.
Momentum tersebut mencerminkan hasil nyata dari kolaborasi antara masyarakat desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.
Komitmen DTPB FTP UGM dalam Pengabdian Masyarakat
Keterlibatan DTPB FTP UGM dalam pengembangan Desa Sambak merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan penerapan hasil penelitian.
Melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kapasitas masyarakat, serta integrasi inovasi teknologi tepat guna, DTPB FTP UGM menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga menjadi contoh bagaimana hasil riset dan pengembangan di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara langsung untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.