DTPB FTP UGM–YESSA Gelar Pelatihan Inovasi Produk Kopi untuk Dukung Desa Wisata Sambak Magelang

Magelang, 9 Desember 2025 — Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) bersama Yanmar Environmental Sustainability Support Agency (YESSA) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan pemberdayaan masyarakat desa melalui kegiatan pelatihan inovasi produk kopi di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program kolaboratif DTPB FTP UGM–YESSA dalam pengembangan desa wisata berbasis agro-edutourism. Pelatihan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sambak dan bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kopi lokal agar lebih adaptif terhadap tren pasar dan kebutuhan sektor pariwisata.

Pelatihan menghadirkan dosen DTPB FTP UGM, Dr. Devi Yuni Susanti, sebagai narasumber utama, didampingi oleh mahasiswa Magister Teknik Pertanian, Anisa Kistanti, S.T.P. dan Rifa Fahmida, S.T.P. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Sambak, Bapak Dahlan, yang menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif pelatihan sebagai langkah strategis dalam pengembangan ekonomi lokal desa.

Dalam sesi praktik, Dr. Devi dan tim memperkenalkan inovasi produk berupa “Sambak Drip Coffee”, yaitu kopi khas Desa Sambak yang telah digiling dan dikemas dalam bentuk kantong drip coffee. Produk ini dikombinasikan dengan berbagai cita rasa khas lokal, seperti mangga kweni, nangka, kayu manis, dan kolak, sehingga menghasilkan varian kopi unik yang merepresentasikan kekayaan sumber daya lokal Sambak.

Menurut Dr. Devi, inovasi produk kopi dalam bentuk drip coffee sejalan dengan perkembangan tren konsumsi kopi masyarakat yang semakin mengutamakan kepraktisan tanpa mengesampingkan kualitas dan keunikan rasa. “Dengan perlakuan pascapanen dan pengemasan yang tepat, kopi Sambak memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar konsumen yang lebih luas, termasuk sebagai produk unggulan di destinasi wisata dan kafe di wilayah Magelang,” jelasnya.

Kegiatan pelatihan inovasi produk kopi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi lokal berbasis agroindustri, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui optimalisasi nilai tambah komoditas kopi lokal, serta SDG 5 (Kesetaraan Gender) dengan pelibatan aktif Kelompok Wanita Tani dalam proses inovasi dan pengembangan usaha. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, mitra industri, dan masyarakat desa, DTPB FTP UGM terus mendorong model pemberdayaan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses