Penelitian Kolaboratif Lahan Pasca Tambang Timah di Bangka, DTPB UGM Gandeng BOKU dan BAPPEDA

Penelitian Kolaboratif Lahan Pasca Tambang Timah di Bangka, DTPB UGM Gandeng BOKU dan BAPPEDA

Bangka, 25 Januari 2026 — Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Universitas Gadjah Mada melaksanakan penelitian kolaboratif lahan pasca tambang timah di Kabupaten Bangka sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, dan target Net Zero Emission. Kegiatan ini melibatkan dosen beraktivitas Dr.nat.techn. Rizki Maftukhah, STP, M.Sc. sebagai ketua dan anggota peneliti serta mahasiswa Magister Teknik Pertanian UGM, Novita Dyah Pitaloka dan Shofi Azhari.

Penelitian kolaboratif ini menggandeng mitra internasional dan nasional, yaitu Universität für Bodenkultur Wien (BOKU) dan BAPPEDA Kabupaten Bangka, sebagai bagian dari penguatan riset lintas institusi dalam pengelolaan lahan pasca tambang timah.

Tiga Judul Penelitian Kolaboratif di Lahan Pasca Tambang Timah

Kegiatan penelitian kolaboratif ini dilaksanakan melalui tiga judul penelitian utama, yaitu:

“Efektivitas Aplikasi Jangka Panjang Amandemen Lokal terhadap Akumulasi Logam Berat pada Ubi Kayu (Manihot esculenta) di Lahan Pasca Tambang Timah”, yang diketuai oleh Dr.nat.techn. Rizki Maftukhah, STP, M.Sc.

“Small-scale Circular Agriculture Enterprises for Food Security: Transition with Eco-Innovations in Post Tin Mining Area of Bangka Island”, yang diketuai oleh Dr. Ngadisih, S.T.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.

“Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang dengan Tanaman Indigofera tinctoria sebagai Sarana Mewujudkan Net Zero Emission dan Mengembalikan Kedaulatan Indonesia dalam Pewarna Alami”, yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MP, M.Agr.

Ketiga penelitian tersebut berfokus pada rehabilitasi lahan pasca tambang timah di Kabupaten Bangka melalui pendekatan ilmiah, ekologis, dan ekonomi yang terintegrasi.

Tujuan Penelitian: Pertanian Berkelanjutan dan Net Zero Emission

Foto Bersama Kepala Bappeda Sungai Liat Bangka Bapak Pan Budi Marwoto

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas penggunaan amandemen lokal dalam jangka panjang pada lahan pasca tambang timah untuk mendukung kegiatan pertanian. Selain itu, penelitian juga diarahkan untuk mengembangkan model usaha pertanian sirkular skala kecil berbasis inovasi ekologis di Pulau Bangka guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat lokal.

Di sisi lain, pemanfaatan tanaman Indigofera tinctoria dikaji sebagai agen rehabilitasi lahan, penyerap karbon untuk mendukung target Net Zero Emission, serta sebagai sumber pewarna alami yang berpotensi memperkuat industri tekstil nasional.

Pelaksanaan Kegiatan Penelitian di Kabupaten Bangka

Kegiatan penelitian kolaboratif ini dilaksanakan di lahan pasca tambang timah yang terletak di Kabupaten Bangka selama lima hari, yaitu pada 25–29 Januari 2029. Selama periode tersebut, tim peneliti melakukan survei lokasi, pengambilan sampel tanah awal, persiapan amandemen lokal, serta koordinasi dengan petani sekitar.

Kegiatan Pengambilan Sampel Tanah bersama Bapak Adi, Pemilik Lahan

Penelitian ini melibatkan dua mahasiswa pascasarjana, satu tenaga lapangan, petani setempat, serta pemerintah daerah, sehingga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah yang aplikatif dan relevan bagi pengelolaan lahan pasca tambang timah di Bangka.

Mendukung Internasionalisasi DTPB FTP UGM dan Pencapaian SDGs

Kegiatan penelitian kolaboratif ini selaras dengan visi Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan dan penelitian, khususnya melalui kerja sama strategis dengan institusi internasional seperti Universität für Bodenkultur Wien (BOKU). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inovasi teknologi pertanian berkelanjutan di tingkat global.

Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:

  • SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan sistem pertanian berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat lokal.
  • SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi ekologis dan model usaha pertanian sirkular.
  • SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan pengembangan pewarna alami yang ramah lingkungan.
  • SDG 13 (Climate Action) melalui rehabilitasi lahan dan pemanfaatan tanaman penyerap karbon untuk mendukung target Net Zero Emission.
  • SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kerja sama internasional dan kolaborasi multipihak antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

Melalui penelitian kolaboratif ini, DTPB FTP UGM terus berkomitmen menghasilkan inovasi berbasis riset yang tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses