DTPB FTP UGM Gelar International Guest Lecture, Bahas Adaptasi Sistem Irigasi di Era Ketidakpastian

Yogyakarta, 18 Agustus 2026 – Perubahan iklim dan meningkatnya ketidakpastian sumber daya air menuntut sistem irigasi untuk tidak hanya berorientasi pada penyediaan air bagi tanaman, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan ekosistem. Perspektif tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Prof. Charlotte de Fraiture, Professor of Land and Water Development sekaligus Vice Rector Academic & Student Affairs, IHE Delft Institute for Water Education, dalam International Guest Lecture bertajuk “Irrigation in The Era of Uncertainties” yang diselenggarakan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), Selasa (18/8).

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Ruang Kelas 384 FTP UGM dan secara daring melalui video conference tersebut diikuti oleh mahasiswa jenjang sarjana, magister, dan doktor di lingkungan DTPB FTP UGM. Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Eng. Ansita Gupitakingkin Pradipta, S.T., M.Eng., IPM., dosen DTPB FTP UGM.

Memperkuat Jejaring Akademik di Bidang Irigasi

Sebelum memberikan kuliah tamu, Prof. Charlotte de Fraiture berkesempatan melakukan pertemuan dengan jajaran DTPB FTP UGM. Dalam kunjungannya, Prof. Charlotte didampingi oleh Ahmad Rif’an Khoirul Lisan, S.Si., M.S., dosen Ilmu Tanah UPN “Veteran” Yogyakarta.

Prof. Charlotte disambut oleh Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., Sekretaris Departemen Dr. Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., Ketua Pusat Kajian Modernisasi Irigasi Pertanian Dr. Eng. Ansita Gupitakingkin Pradipta, S.T., M.Eng., IPM., serta Guru Besar Bidang Teknik dan Manajemen Irigasi, Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng., Ph.D.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai aktivitas penelitian dan pengembangan DTPB FTP UGM di bidang modernisasi irigasi sekaligus mendiskusikan peluang kolaborasi dengan IHE Delft Institute for Water Education.

Memperkenalkan Riset dan Inovasi Modernisasi Irigasi

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ansita Gupitakingkin Pradipta dan Prof. Sigit Supadmo memperkenalkan berbagai proyek dan kegiatan yang dikembangkan DTPB FTP UGM dalam bidang modernisasi irigasi.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Decision Support System SIPASI, sebuah sistem pendukung keputusan yang dikembangkan untuk membantu pengelolaan irigasi dan mendukung proses pengambilan keputusan. SIPASI telah diadopsi di berbagai daerah irigasi di Indonesia.

Pengenalan SIPASI menjadi bagian dari diskusi mengenai penerapan hasil riset dan inovasi teknologi DTPB FTP UGM dalam mendukung pengelolaan irigasi di tingkat lapangan. Pengembangan sistem pendukung keputusan tersebut juga menunjukkan upaya untuk membangun sistem irigasi yang lebih responsif terhadap perubahan kondisi sumber daya air.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi kolaborasi antara DTPB FTP UGM dan IHE Delft, khususnya dalam bidang penelitian, pengembangan sistem irigasi, pengelolaan sumber daya air, serta pendekatan teknologi untuk menghadapi ketidakpastian.

Memaknai Kembali Peran Irigasi di Tengah Ketidakpastian

Dalam kuliah tamunya, Prof. Charlotte membahas berbagai tantangan yang dihadapi sistem irigasi dalam menghadapi ketidakpastian. Salah satu pendekatan adaptasi yang disampaikan adalah perlunya melihat kembali persepsi mengenai makna dan manfaat irigasi.

Menurut Prof. Charlotte, manfaat sistem irigasi tidak seharusnya hanya dilihat dari kemampuannya menyediakan air bagi tanaman pangan. Sistem pengelolaan air juga perlu mempertimbangkan fungsi yang lebih luas bagi keberlanjutan lingkungan dan ekosistem.

“Adaptasi dari ketidakpastian lainnya adalah melihat kembali persepsi luas akan makna irigasi, yaitu kebermanfaatan lebih dari hanya ketersediaan air buat tanaman pangan, tetapi juga untuk keberlanjutan alam dan ekosistem.”

Perspektif tersebut menempatkan infrastruktur dan sistem pengelolaan air seperti bendungan dan reservoir dalam konteks yang lebih luas. Selain mendukung kebutuhan pertanian, pengelolaan air dapat berperan dalam membantu mencegah banjir di kawasan permukiman, mendukung groundwater recharge, serta menjaga biodiversitas.

Dengan demikian, pengembangan sistem irigasi perlu mempertimbangkan berbagai fungsi sumber daya air secara terpadu. Pendekatan tersebut menjadi penting dalam menghadapi kondisi lingkungan yang semakin dinamis dan tidak pasti.

Membuka Perspektif Baru bagi Mahasiswa

Kehadiran Prof. Charlotte dalam forum akademik DTPB FTP UGM memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan untuk memperoleh perspektif internasional mengenai perkembangan sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya air.

Mahasiswa sarjana, magister, dan doktor dapat mengikuti diskusi mengenai tantangan pengelolaan air sekaligus memahami bagaimana pendekatan terhadap irigasi dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pertanian, lingkungan, dan masyarakat secara lebih luas.

Forum tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi internasional dengan sivitas akademika DTPB FTP UGM, sekaligus memperkenalkan perkembangan riset dan inovasi modernisasi irigasi yang dikembangkan di lingkungan departemen.

Mendorong Kolaborasi Internasional

International Guest Lecture “Irrigation in The Era of Uncertainties” menjadi bagian dari upaya DTPB FTP UGM dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat posisi penelitian bidang teknik sumber daya lahan dan air dalam menghadapi tantangan global.

Pertemuan dengan Prof. Charlotte juga membuka peluang untuk mengembangkan kerja sama lebih lanjut antara DTPB FTP UGM dan IHE Delft Institute for Water Education. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang melalui penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas akademik, maupun program internasional lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, DTPB FTP UGM terus mendorong pengembangan paradigma irigasi yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas pertanian, tetapi juga mampu mendukung keberlanjutan ekosistem, ketahanan masyarakat terhadap perubahan lingkungan, serta pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif di tengah era ketidakpastian.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses