DTPB FTP UGM Jadi Juri Lomba Kebersihan dan Keindahan Lingkungan Desa Sambak

Magelang, 10 Agustus 2026 – Semangat menjaga lingkungan tidak hanya dibangun melalui program pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan. Semangat tersebut ditunjukkan Pemerintah Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, melalui Lomba Kebersihan dan Keindahan Lingkungan dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, yang melibatkan dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) sebagai tim juri.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh 10 Rukun Warga (RW) yang tersebar di Desa Sambak. Lomba ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Desa Sambak untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat komitmen Desa Sambak sebagai wilayah yang menjalankan Program Kampung Iklim (ProKlim).

Libatkan Dosen DTPB FTP UGM sebagai Tim Juri

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Sambak mengundang tiga dosen DTPB FTP UGM sebagai juri, yaitu Dr. Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D., Dr. Aryanis Mutia Zahra, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Nurhayati Tarigan, S.T.P., M.Sc.

Keterlibatan dosen DTPB FTP UGM menjadi bagian dari kolaborasi yang telah terjalin antara DTPB FTP UGM dan Pemerintah Desa Sambak dalam berbagai kegiatan penelitian, pendampingan masyarakat, serta pengembangan program lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

Para juri melakukan penilaian secara langsung terhadap kondisi lingkungan di wilayah peserta. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan melihat kondisi lingkungan sekaligus berbagai praktik pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan oleh masyarakat.

Penilaian Mencakup Kebersihan, Pengelolaan Lingkungan, dan Pemberdayaan Masyarakat

Lomba Kebersihan dan Keindahan Lingkungan Desa Sambak dirancang untuk menilai lebih dari sekadar kondisi kebersihan dan estetika lingkungan. Terdapat 10 aspek penilaian yang digunakan untuk melihat sejauh mana masyarakat telah menerapkan praktik pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan secara berkelanjutan.

Aspek pertama meliputi kondisi kebersihan dan keindahan lingkungan RT, serta kebersihan jalan dusun dan keindahan lingkungan sekitar.

Penilaian juga mencakup kondisi rumah tangga, antara lain ketersediaan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat, penggunaan Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang memenuhi syarat, serta keberadaan rumah tangga yang terbebas dari sumber pencemaran.

Pemanfaatan lahan pekarangan juga menjadi perhatian melalui keberadaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Selain aspek lingkungan rumah tangga, penilaian turut melihat aktivitas kelembagaan masyarakat melalui PKK Dusun, Bank Sampah, dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Aspek terakhir yang dinilai adalah program inovasi dusun atau program rutin yang telah berjalan. Aspek tersebut memberikan kesempatan kepada setiap wilayah untuk menunjukkan kreativitas serta inisiatif yang telah dikembangkan secara mandiri dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Menampilkan Beragam Inovasi di Setiap RW

Pelaksanaan lomba juga memperlihatkan bahwa masing-masing RW memiliki berbagai program unik dan inovatif yang dikembangkan berdasarkan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Salah satu inovasi yang menarik adalah pengolahan limbah plastik menjadi conblock. Limbah plastik yang berpotensi menjadi sumber pencemaran dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Inovasi tersebut menunjukkan adanya upaya masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus mengembangkan alternatif pemanfaatan limbah di tingkat lokal.

Selain pengelolaan limbah, terdapat pula inovasi dalam diversifikasi produk hasil olahan kopi. Masyarakat mengembangkan berbagai produk turunan dari komoditas kopi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal Desa Sambak.

Inovasi lainnya terlihat melalui pemanfaatan lahan untuk kegiatan KWT. Lahan yang tersedia dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya berbagai tanaman, baik untuk mendukung kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan produktif kelompok. Hasil budidaya tersebut kemudian dikembangkan melalui inovasi pengolahan produk hasil KWT, sehingga kegiatan tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi dilanjutkan dengan proses pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah.

Beragam inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di Desa Sambak telah berkembang tidak hanya pada aspek kebersihan, tetapi juga mencakup pemanfaatan sumber daya lokal, pengurangan limbah, pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ketahanan desa.

Mendorong Budaya Lingkungan Berbasis Masyarakat

Beragam aspek penilaian dan inovasi yang ditampilkan dalam lomba menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di Desa Sambak diarahkan untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah, pemanfaatan pekarangan, pengelolaan air limbah, aktivitas KWT dan PKK, hingga pengembangan inovasi tingkat dusun menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun lingkungan desa yang sehat dan berkelanjutan.

Sebagai desa yang menjalankan Program Kampung Iklim, Desa Sambak juga terus mendorong masyarakat untuk terlibat dalam berbagai aksi lingkungan. Lomba ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai praktik baik yang telah berkembang di tingkat RW sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling belajar dari inovasi yang telah diterapkan di wilayah masing-masing.

Memperkuat Kolaborasi DTPB FTP UGM dan Desa Sambak

Keterlibatan DTPB FTP UGM dalam kegiatan ini semakin memperkuat hubungan kolaboratif yang telah dibangun bersama Desa Sambak. Kerja sama tersebut mencakup berbagai kegiatan penelitian, diseminasi hasil riset, pendampingan masyarakat, serta pengembangan program yang berkaitan dengan pertanian dan lingkungan.

Melalui keterlibatan dosen sebagai juri, perspektif akademik dapat dipertemukan dengan praktik pengelolaan lingkungan yang dilakukan langsung oleh masyarakat. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi DTPB FTP UGM untuk melihat secara langsung berbagai potensi, inovasi, serta tantangan pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat.

Berbagai inovasi yang ditemukan dalam kegiatan ini berpotensi menjadi praktik baik yang dapat dikembangkan lebih lanjut maupun direplikasi oleh wilayah lain. Hal tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi DTPB FTP UGM dan Desa Sambak untuk membangun masyarakat yang lebih adaptif, mandiri, dan berkelanjutan.

Lomba Kebersihan dan Keindahan Lingkungan dalam rangka HUT ke-81 RI pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarrukun warga, tetapi juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengapresiasi praktik baik masyarakat Desa Sambak dalam menjaga lingkungan serta mengembangkan potensi lokal.

Dengan mengintegrasikan kebersihan, pengelolaan sampah dan limbah, pemanfaatan pekarangan, pemberdayaan kelompok masyarakat, serta inovasi dusun, Desa Sambak terus memperkuat komitmennya sebagai desa yang peduli lingkungan dan berkelanjutan melalui Program Kampung Iklim.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses