Yogyakarta, 21 Januari 2026 — Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) menerima kunjungan Yanmar Environmental Sustainable Support Agency (YESSA) dalam rangka rapat progress pertengahan tahun kerja sama tahun ke-4 di Desa Sambak. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam penguatan pengabdian masyarakat berbasis inovasi teknologi dan keberlanjutan.
Perwakilan YESSA yang hadir terdiri atas Kamikubo Keita (Executive Secretary YESSA), Tsukada Morio (External Reviewer YESSA dari Mie University), dan Sasaki Nobuhiro (External Reviewer YESSA dari Osaka Metropolitan University).
Pertemuan dengan Pimpinan FTP UGM

Sebelum pelaksanaan rapat bersama tim DTPB FTP UGM, rombongan YESSA terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan pimpinan Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Pertemuan berlangsung di Ruang Dekan FTP UGM dan diterima langsung oleh Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani, didampingi Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Dr. Sri Rahayoe, serta Wakil Dekan Bidang Pendidikan Prof. Yudi Pranoto.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Eni Harmayani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YESSA atas kemitraan yang telah terjalin selama empat tahun dalam mendukung program pengabdian masyarakat di Desa Sambak.
“FTP UGM berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar program yang telah berjalan di Desa Sambak dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Eni.
Rapat Progress Kerja Sama Tahun Ke-4 di DTPB FTP UGM

Kegiatan dilanjutkan dengan rapat pemaparan progress pertengahan tahun ke-4 kerja sama DTPB FTP UGM–YESSA yang dilaksanakan di Ruang Sidang I DTPB FTP UGM. Perwakilan YESSA disambut langsung oleh Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM Dr. Arifin Dwi Saputro dan Sekretaris Departemen Chandra Setyawan, Ph.D.
Dalam sambutannya, Dr. Arifin Dwi Saputro menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama YESSA yang telah terjalin selama empat tahun.
“Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem berkomitmen untuk terus mendukung program kerja sama ini sebagai bagian dari peran akademisi dalam pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan teknologi terapan,” ungkapnya.
Pemaparan Program dan Capaian Kerja Sama
Tim DTPB FTP UGM–YESSA yang diketuai oleh Prof. Lilik Sutiarso memaparkan berbagai capaian program yang telah terlaksana hingga pertengahan tahun ke-4. Prof. Lilik mengapresiasi konsistensi kerja sama dengan YESSA dan menegaskan komitmen DTPB untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan, termasuk setelah masa kerja sama formal berakhir.
Adapun sejumlah output utama yang dipaparkan dalam kegiatan ini meliputi:
- Pengembangan kualitas tahu hasil pemanfaatan steam boiler di Desa Sambak.
- Analisis ekonomi operasional Small Medium Tofu Enterprise yang telah diresmikan satu tahun lalu.
- Pengembangan biopaper berbasis kulit buah kopi sebagai upaya pemanfaatan limbah industri kopi bernilai tambah.
- Pengembangan alat monitoring kualitas udara di pabrik tahu Desa Sambak sebagai early warning system untuk menjaga kesehatan pernapasan pekerja.
- Inovasi produk kopi Desa Sambak berupa drip coffee dengan cita rasa lokal.
- Kajian keberlanjutan dan carbon stock sistem agroforestry di Desa Sambak.
Di akhir pemaparan, Dr. Ngadisih menyampaikan bahwa telah disiapkan beberapa skenario keberlanjutan dan dukungan pendanaan agar program-program yang telah dikembangkan di Desa Sambak dapat terus berjalan dan memberikan dampak jangka panjang.
Komitmen DTPB FTP UGM dalam Pengabdian Masyarakat dan SDGs
Melalui kerja sama dengan YESSA, DTPB FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis riset, inovasi teknologi, dan keberlanjutan. Program-program yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada solusi teknis, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik dan keterlibatan sivitas akademika,
- SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan UMKM tahu dan kopi,
- SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna,
- SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui efisiensi proses dan pemanfaatan limbah, serta
- SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi internasional antara FTP UGM dan YESSA.
DTPB FTP UGM berharap sinergi ini dapat terus menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi pembangunan desa.