Perkuat Riset Ketahanan Pangan, DTPB UGM Gandeng Mahasiswi Prancis dalam Pengembangan Teknologi Pascapanen Hortikultura

Magelang, 24 Juni 2025 — Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian UGM, terus memperkuat posisinya di garis depan inovasi teknologi pertanian melalui kegiatan riset lapangan. Dalam sebuah kolaborasi strategis, tim riset Computer-aided Postharvest Technology yang dipimpin oleh Dr. Bayu Nugraha, melibatkan Lea Noel, seorang mahasiswi dari Université de La Réunion, Prancis, dalam penelitian untuk optimalisasi ketahanan pangan produk hortikultura lokal. Kegiatan yang disponsori oleh Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2025 ini juga didukung oleh Dr. Fahrizal Yusuf Affandi dari Sekolah Vokasi UGM, Dr. Ir. Nursigit Bintoro sebagai dosen ahli pascapanen dari DTPB UGM, serta rombongan mahasiswa Sarjana DTPB, yaitu Risma, Alfian, dan Asep, serta mahasiswi Magister DTPB yaitu Halim.

Indonesia sebagai negara tropis merupakan surga bagi berbagai komoditas hortikultura yang berperan penting bagi perekonomian nasional. Sektor ini menjadi sumber pangan, pendapatan bagi jutaan petani kecil, serta penghasil devisa negara. Meskipun produksi terus menunjukkan pertumbuhan signifikan berkat adopsi teknologi dan varietas unggul, sektor ini masih dibayangi oleh tantangan besar. Tingginya tingkat kerugian pascapanen akibat sifat produk yang mudah rusak (perishable) menjadi isu krusial, diperparah oleh infrastruktur rantai dingin yang belum merata dan dampak perubahan iklim. Kegiatan riset ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan mengembangkan alat yang dapat diakses secara mudah dan murah oleh para petani lokal untuk kebutuhan logistik dan transportasi produk hortikultura.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kec. Srumbung, Magelang, tim melakukan pengambilan sampel langsung pada komoditas cabai dan salak yang baru dipanen. Mahasiswa, baik dari program sarjana maupun internasional, terlibat aktif dalam seluruh proses, mulai dari pengukuran kualitas awal produk, simulasi kondisi transportasi menggunakan prototipe teknologi yang sedang dikembangkan, hingga evaluasi akhir. Interaksi langsung dengan kondisi lapangan memungkinkan mahasiswa memahami kompleksitas rantai pasok hortikultura dan kontribusi rekayasa sistem dalam menyelesaikannya. Kegiatan ini dilakukan sebagai kick off riset dan panen cabai-salak sebagai sampel penelitian yang didukung oleh Bank Indonesia.

Bagi Lea Noel, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai tantangan agrikultur tropis di Indonesia, sementara bagi mahasiswa DTPB, ini adalah kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu keteknikan pertanian dalam mengatasi masalah nyata di lapangan. Diharapkan, hasil dari penelitian ini dapat menghasilkan sebuah solusi teknologi yang aplikatif dan berdampak luas bagi peningkatan efisiensi rantai pasok, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:

  • SDG 2 (Tanpa Kelaparan):Dengan berupaya mengurangi kerugian pascapanen dan meningkatkan ketersediaan pangan berkualitas untuk masyarakat.
  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi):Melalui peningkatan nilai jual produk dan pendapatan petani kecil akibat perbaikan kualitas hasil panen.
  • SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur):Dengan mengembangkan inovasi teknologi terapan yang terjangkau untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur rantai dingin.
  • SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab):Melalui upaya nyata mengurangi limbah pangan (food loss) di sepanjang rantai pasok hortikultura.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan):Dengan memperkuat kolaborasi riset antara akademisi (UGM dan Sekolah Vokasi), mahasiswa internasional (Prancis), dan pemangku kepentingan lokal.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses