Mahasiswa DTPB UGM Menangkan Pemakalah Terbaik Nasional lewat Riset Pertanian Cerdas

Yogyakarta, 6 Agustus 2025 – Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian UGM kembali menorehkan prestasi di ajang perlombaan nasional dalam gelaran Seminar Teknologi Pertanian Indonesia (STPI) III yang diadakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB). Mengangkat tema “Menguatkan Daya Saing UMKM Berkarya Melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna”, kegiatan ini digelar secara hybrid, melalui platform Zoom dan tatap muka langsung sebagai antara akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang teknologi pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian UB.

Tahun ini, STPI diikuti oleh 226 pemakalah dari berbagai universitas di Indonesia, salah satunya UGM, yang menunjukkan antusiasme terhadap pengembangan teknologi pertanian berbasis riset. Dari sekian banyak pemakalah, dua mahasiswa peneliti Smart Agriculture Research Center, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Fahmi Arsyad dan Mutiara Alifia Ramadhanty, turut serta mempresentasikan hasil riset mereka. Keduanya mengangkat topik penelitian tentang pengembangan sistem untuk menentukan kesehatan pohon pepaya dengan memanfaatkan teknologi drone VTOL (Vertical Take-Off and Landing) yang dilengkapi kamera RGB dan multispektral. Teknologi ini didukung oleh program Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) Universitas Gadjah Mada.

Pada kesempatan ini, salah satu pemakalah dari UGM berhasil meraih penghargaan. Fahmi Arsyad meraih predikat Pemakalah Terbaik I melalui presentasi penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Sistem Klasifikasi Kesehatan Pohon Pepaya (Carica papaya L.) Berbasis Convolutional Neural Network (CNN) Menggunakan Drone Vertical Take-Off and Landing”. Penelitian ini dibimbing oleh Ardan Wiratmoko, S.T.P., M.Sc. dan Ir. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan tantangan pertanian modern.

 

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan mengembangkan riset yang bermanfaat bagi kemajuan pertanian Indonesia. Dengan hadirnya teknologi yang semakin maju, diharapkan solusi yang lahir dari penelitian dapat membantu mewujudkan praktik pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

 

Selain itu, capaian ini juga sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  1. SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) – mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas dan kesehatan tanaman.
  2. SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) – mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat daya saing UMKM melalui pemanfaatan inovasi teknologi pertanian.
  3. SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) – menghadirkan penerapan teknologi modern berbasis drone dan kecerdasan buatan sebagai bentuk inovasi untuk sektor pertanian.
  4. SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) – mendukung efisiensi penggunaan sumber daya melalui pemantauan tanaman secara presisi sehingga lebih ramah lingkungan.
  5. SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) – membantu deteksi dini stres tanaman akibat perubahan iklim dan mendukung upaya adaptasi sistem pertanian terhadap kondisi lingkungan yang dinamis.

Kontributor : Fahmi Arsyad

Editor : HP

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses