Dosen DTPB UGM Isi Pelatihan Pengelolaan Sarpras Perkebunan Sawit di Sumatera Barat

Padang, 6 Agustus 2025. Dr. Radi, dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), menjadi narasumber dalam Pelatihan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit yang digelar pada 4–7 Agustus 2025 di The Axana Hotel, Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan LPP Agro, sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan sawit nasional.

Dalam sesi pelatihan, Dr. Radi membawakan materi bertema “Pengenalan Alat dan Mesin Pertanian untuk Perkebunan Kelapa Sawit”. Materi tersebut mencakup jenis-jenis alat dan mesin pertanian, teknik operasi dan perawatan, serta strategi manajemen dan pengelolaan alat dalam mendukung proses produksi kelapa sawit. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, dan keselamatan di lapangan.

Lebih dari sekadar aspek teknis, Dr. Radi mengajak peserta memahami tantangan aktual di sektor perkebunan, termasuk tuntutan modernisasi, efisiensi produksi, dan penerapan prinsip keberlanjutan. Menurutnya, pelatihan seperti ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat daya saing industri sawit Indonesia sekaligus mendorong praktik perkebunan yang lebih ramah lingkungan.

Kontribusi Dr. Radi dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DTPB FTP UGM dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kapasitas mitra industri perkebunan. DTPB UGM terus berperan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan bagi dunia industri dan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga mencerminkan dukungan nyata DTPB FTP UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan para pekebun, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan alat dan mesin pertanian juga sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, pelatihan ini mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja di sektor perkebunan, yang mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Di sisi lain, penguatan pemahaman terhadap praktik perkebunan yang berkelanjutan turut mendukung pencapaian SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Seluruh upaya ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam memperkuat sektor sawit nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses