Yogyakarta, 13 Maret 2026. Tim Smart Agriculture Research Center Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dosen dan peneliti dari Telkom University Purwokerto mengadakan diskusi awal untuk menjajaki potensi kerja sama penelitian di bidang keamanan siber dalam pertanian digital. Pertemuan ini berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, pukul 13:30 hingga 15:00 WIB, di Ruang Diskusi Lab. TLBP UGM, menandai langkah awal dalam penguatan riset interdisipliner yang krusial bagi masa depan pertanian.
Diskusi ini dihadiri oleh Muhammad Agung Nugroho, S.Kom., M.Kom., seorang dosen dan peneliti dari Prodi Teknik Informatika Universitas Telkom Purwokerto. Sementara itu, tim Smart Agriculture UGM diwakili oleh Dr. Andri Prima Nugroho selaku koordinator, bersama Muhammad Athala Fawwaz Dzaky, STP., dan Fathuzaky Setiawan, STP.
Agenda utama pertemuan meliputi pengenalan riset masing-masing institusi mengenai digital agriculture. Tim UGM memaparkan perkembangan riset Smart Agriculture di UGM, sementara perwakilan dari Universitas Telkom Purwokerto memperkenalkan inisiatif riset digital agriculture mereka. Puncak diskusi berfokus pada potensi kolaborasi penelitian, khususnya dalam mengatasi tantangan keamanan siber di sektor pertanian digital yang semakin kompleks.
Dr. Andri Prima Nugroho menyampaikan bahwa keamanan siber menjadi aspek vital seiring dengan adopsi teknologi digital di sektor pertanian.
“Pertanian digital tidak hanya tentang efisiensi dan produktivitas, tetapi juga tentang bagaimana kita melindungi data dan sistem dari ancaman siber. Kolaborasi dengan Universitas Telkom Purwokerto akan sangat strategis untuk mengembangkan solusi keamanan yang inovatif,” ujarnya.

Setelah sesi diskusi, rombongan juga menyempatkan diri untuk melihat fasilitas riset dan portofolio penelitian di Smart Agriculture Research UGM, termasuk kunjungan ke Smart Agri Plant Factory UGM. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai fasilitas pengelolaan kondisi lingkungan dan potensi analisis data lanjutan sebagai topik yang akan dikerjakan bersama dalam kerangka kerja sama mendatang.
Kegiatan diskusi penjajakan kerja sama ini juga berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi akademik dan pertukaran pengetahuan antar perguruan tinggi dalam pengembangan riset interdisipliner. Kedua, SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi teknologi pertanian digital yang terintegrasi dengan sistem keamanan siber untuk mendukung infrastruktur digital yang lebih tangguh. Ketiga, SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) karena penguatan sistem pertanian digital yang aman dan efisien dapat mendukung peningkatan produktivitas serta ketahanan pangan di masa depan. Selain itu, kolaborasi antara peneliti dari Universitas Gadjah Mada dan Telkom University Purwokerto juga sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya sinergi antar institusi dalam menghasilkan inovasi dan solusi berkelanjutan bagi sektor pertanian digital di Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang relevan dan solusi praktis untuk memperkuat ketahanan siber di sektor pertanian digital Indonesia, mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang juga unggul dalam inovasi pertanian.
Kontributor: Andri Prima Nugroho