Mahasiswa Teknik Pertanian Raih Juara III Business Plan Competition Agriculture Food Competition Season 17

Purwokerto, 28 Maret 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa berhasil meraih Juara III dalam ajang Business Proposal Competition pada Agricultural Food Competition Season 17 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Tim yang terdiri dari Alexander Dimas Aryasena Nugraha, Emmanuela Rosthere Arsita Furi, dan Aurelliza Denna Afsari ini mengusung proposal inovatif berjudul “RIVERA (Rice Husk–Bagasse–Derived Hydrogel Fertilizer): Inovasi Pupuk Hidrogel Berbasis Limbah Pertanian untuk Optimalisasi Pertumbuhan Padi dan Efisiensi Air secara Berkelanjutan.” Tim ini dibimbing oleh Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, S.T.P., M.Eng.

Dalam kompetisi tersebut, tim melalui dua tahapan seleksi awal, yaitu seleksi Business Model Canvas (BMC) dan seleksi proposal bisnis secara daring. Berkat kualitas ide, kelayakan teknis, dan potensi implementasi inovasi yang diusulkan, tim berhasil lolos ke tahap final yang diselenggarakan pada 28 Maret 2026, di mana mereka mempresentasikan proposalnya secara langsung di hadapan dewan juri.

Dari perspektif rekayasa (engineering), inovasi RIVERA merupakan pupuk hidrogel berbasis limbah sekam padi dan ampas tebu yang dirancang untuk menyerap dan menyimpan air serta melepaskan nutrisi secara bertahap (controlled release). Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, menjaga produktivitas tanaman padi saat kondisi kekeringan, serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian melalui pendekatan circular economy.

Keberhasilan tim RIVERA meraih Juara III kategori business plan menunjukkan bahwa mahasiswa Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem memiliki kapasitas unggul tidak hanya dalam aspek konseptual, tetapi juga dalam merancang solusi berbasis rekayasa yang aplikatif dan scalable. Pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan engineering, pertanian, dan kewirausahaan terbukti mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Selain itu, inovasi ini selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi inovatif, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah pertanian, serta SDG 13 (Climate Action) melalui efisiensi penggunaan air dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan inovasi berbasis rekayasa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses