UGM dan Mitra Internasional Susun Roadmap Revitalisasi Lada Putih Bangka Berbasis Inovasi Agroengineering dan Adaptasi Iklim

Bangka, 4 Juni 2026 – Upaya mengembalikan kejayaan lada putih Bangka (sahang) sebagai komoditas unggulan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, petani, dan mitra internasional. Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) memimpin penyusunan roadmap revitalisasi lada putih Bangka melalui pendekatan yang mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim, inovasi agroengineering, dan perencanaan pembangunan daerah berbasis riset.

Program bertajuk “Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim, Inovasi Agroengineering, dan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk Keberlanjutan Perkebunan Lada Putih di Pulau Bangka” dipimpin oleh Dr. Ngadisih, S.T.P., M.Sc. dari DTPB FTP UGM. Program ini dirancang sebagai inisiatif riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat untuk menjawab berbagai tantangan yang menyebabkan penurunan produktivitas lada putih di Bangka.

Lada putih Bangka selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari degradasi lahan, erosi tanah, perubahan penggunaan lahan, hingga dampak perubahan iklim yang meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi tersebut menyebabkan daya saing lada Indonesia di pasar global terus menurun.

Sebagai langkah awal, tim UGM bersama Pemerintah Kabupaten Bangka melaksanakan survei lapangan pada 1–3 Juni 2026 ke sejumlah sentra perkebunan lada. Kegiatan ini dilakukan bersama Bupati Bangka untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani secara langsung sekaligus memvalidasi kebutuhan pengembangan sektor lada di tingkat lapangan.

Hasil survei kemudian menjadi dasar pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) “Penyelarasan Visi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Perkebunan Lada Putih di Pulau Bangka” yang digelar di Pesona Bay Sungailiat pada 4 Juni 2026. Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, akademisi, hingga mitra internasional untuk menyusun roadmap revitalisasi lada berbasis bukti (evidence-based policy).

Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Drs. Asep Setiawan, Kepala BAPPEDA Kabupaten Bangka Ir. Pan Budi Marwoto, M.Si., serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni FTP UGM, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P. Pengantar diskusi disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng., sementara narasumber menghadirkan Muhammad Chrisna Satriagasa, S.Si., M.Sc., M.Ec.Dev., Ph.D., serta Prof. Ts. Dr. Rosnah Shamsudin dari Universiti Putra Malaysia yang memberikan perspektif global terkait pengembangan sektor pertanian dan agroindustri berkelanjutan.

Dalam program ini, DTPB FTP UGM berperan sebagai penghubung berbagai disiplin ilmu untuk merumuskan strategi revitalisasi lada yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan tanah, efisiensi penggunaan air, adaptasi iklim, hingga peningkatan kapasitas petani.

Selain penyusunan roadmap, program ini juga akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan pendampingan dan pelatihan bagi petani. Pada tahap berikutnya, tim UGM bersama mitra internasional dari BOKU University Austria akan memberikan pelatihan terkait kesehatan tanah, pengelolaan irigasi, pengelolaan limbah pertanian, serta penerapan teknologi smart farming guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan lada Bangka.

Dr. Ngadisih menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini mengedepankan integrasi antara inovasi teknologi, penguatan kapasitas petani, dan dukungan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, keberlanjutan perkebunan lada tidak dapat dicapai hanya melalui intervensi teknologi, tetapi memerlukan sinergi berbagai pihak dalam membangun sistem produksi yang tangguh terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar.

Melalui pendekatan System of Systems, program ini diharapkan mampu mengembalikan daya saing lada putih Bangka sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai nilai komoditas. Selain mendukung pengembangan ekonomi daerah, inisiatif ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan aksi terhadap perubahan iklim.

Bagi DTPB FTP UGM, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas negara, UGM terus mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia agar lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses