Yogyakarta, 16 April 2026 – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) menerima kunjungan akademik dari Prof. Bart Nicolai, profesor di bidang mechatronics, biostatistics, and sensors dari KU Leuven, Belgia.
Kunjungan Prof. Bart Nicolai ini menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama internasional DTPB FTP UGM, khususnya dalam pengembangan riset dan pendidikan di bidang teknik pertanian dan biosistem.
Kunjungan Prof. Bart Nicolai Disambut DTPB FTP UGM

Dalam kunjungan Prof. Bart Nicolai ke UGM, rombongan disambut oleh Ketua Departemen DTPB FTP UGM, Dr. Arifin Dwi Saputro, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Teknik Pertanian Dr. Rudiati Evi Masithoh, Kepala Laboratorium TPP Dr. Devi Yuni Susanti, Kepala Laboratorium Teknik Lingkungan dan Bangunan Pertanian Joko Nugroho Wahyu Kariyadi, Ph.D., serta Bayu Nugraha, Ph.D.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan menjadi ruang diskusi untuk memperkenalkan profil institusi masing-masing.
Fokus Diskusi: Postharvest Technology dan Joint Supervision

Dalam kunjungan Prof. Bart Nicolai, kedua pihak membahas berbagai topik strategis, antara lain pengenalan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM beserta fokus penelitiannya, serta pemaparan Departemen Biosystems Engineering di KU Leuven.
Selain itu, diskusi juga menyoroti peluang kerja sama dalam bidang postharvest technology, khususnya melalui skema penelitian bersama dan joint supervision bagi mahasiswa program doktoral.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta membuka peluang pertukaran akademik antara kedua institusi.
Dorong Internasionalisasi DTPB FTP UGM
Kunjungan Prof. Bart Nicolai menjadi bagian dari strategi internasionalisasi DTPB FTP UGM dalam meningkatkan eksposur global dan memperluas jejaring akademik internasional.
Melalui kerja sama dengan institusi bereputasi seperti KU Leuven, DTPB FTP UGM berupaya mendorong pengembangan riset kolaboratif yang relevan dengan tantangan global di bidang pertanian dan biosistem.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi berbasis kolaborasi internasional serta penguatan posisi institusi di tingkat global.