Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, 4 Februari 2025 – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan studi lapangan terintegrasi dengan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sambak. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa sekaligus bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 mahasiswa sarjana dan pascasarjana DTPB FTP UGM. Jumlah partisipasi yang besar ini mencerminkan komitmen DTPB FTP UGM dalam menanamkan nilai pengabdian, kepedulian sosial, serta pemahaman mendalam terhadap persoalan riil yang dihadapi masyarakat pedesaan, khususnya di sektor pertanian dan agroindustri.
Implementasi Teknologi Pascapanen di Pabrik Tahu Sambak
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke pabrik tahu skala Small Medium Tofu Enterprise (SMTE) di Desa Sambak. Pada kesempatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai implementasi teknologi pascapanen yang dikembangkan dan dipasang oleh DTPB FTP UGM, yaitu sistem steam boiler untuk proses produksi tahu.
Teknologi steam boiler tersebut memberikan berbagai dampak positif, antara lain menghasilkan panas yang lebih stabil, meningkatkan kualitas dan kebersihan produk tahu, serta menurunkan konsumsi bahan bakar sehingga lebih ramah lingkungan. Mahasiswa juga mempelajari sistem pengelolaan limbah cair tahu yang dialirkan ke dalam biodigester, di mana limbah tersebut diolah menjadi biogas yang dimanfaatkan sebagai sumber energi rumah tangga oleh warga sekitar. Integrasi teknologi ini menjadi contoh nyata penerapan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.
Eksplorasi Agroindustri Singkong Lokal
Kunjungan selanjutnya dilakukan ke pabrik pengolahan singkong di Desa Sambak. Selain kopi, Desa Sambak juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi keripik singkong. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mempelajari proses pengolahan singkong mulai dari bahan baku hingga produk siap konsumsi, sekaligus mengidentifikasi potensi peningkatan efisiensi produksi dan kualitas produk berbasis teknologi tepat guna.

Pengabdian Masyarakat Bersama Kelompok Wanita Tani
Kegiatan kemudian berlanjut ke Pusat Pembelajaran Agroforestry di Kebun Buah Sambak dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sambak. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Latifah binti Abd Manaf, dosen dari Department of Environmental Science and Technology, Faculty of Forestry and Environmental, Universiti Putra Malaysia (UPM), sebagai narasumber, bersama Dr. Nur Amiera Kamarudin, peneliti postdoctoral dari Universiti Putra Malaysia yang tengah melaksanakan program postdoctoral di DTPB FTP UGM.
Pengabdian ini turut dihadiri oleh dosen DTPB FTP UGM, yaitu Prof. Lilik Sutiarso, Dr. Ngadisih, Dr. nat. techn. Rizki Maftukhah, Dr. Bayu Nugraha, dan Dr. Nurhayati Tarigan, sebagai bentuk dukungan institusional terhadap program pendampingan desa.

Diskusi Partisipatif dan Identifikasi Permasalahan KWT
Kegiatan pengabdian diawali dengan pembagian anggota KWT ke dalam kelompok-kelompok kecil yang difasilitasi oleh mahasiswa pascasarjana DTPB FTP UGM. Pendekatan diskusi partisipatif ini bertujuan membangun kedekatan emosional, meningkatkan rasa percaya, serta mendorong penyampaian permasalahan secara lebih terbuka dan komprehensif.
Dari hasil diskusi kelompok, KWT menyampaikan sejumlah tantangan utama yang dihadapi, antara lain serangan hama, teknik budidaya kopi, serta pengolahan hasil kopi. Kelompok wanita tani berharap adanya pendampingan berkelanjutan dari DTPB FTP UGM dalam penanganan permasalahan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Ngadisih mengapresiasi keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan kondisi di lapangan, yang menjadi fondasi penting dalam merancang program pendampingan yang tepat sasaran.
Sementara itu, Prof. Latifah binti Abd Manaf menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Desa Sambak.
“Saya mengapresiasi kemajuan serta inisiatif yang telah dilakukan oleh Ibu-ibu KWT di Desa Sambak. Telah terjadi banyak perubahan sejak kunjungan terakhir saya, dan hingga saat ini terlihat berbagai program dan inisiatif yang dijalankan untuk menjaga lingkungan desa,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan dan Kontribusi terhadap SDGs
Melalui kegiatan ini, DTPB FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam pendampingan desa berbasis riset dan pengabdian, sekaligus menjadikan Desa Sambak sebagai laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan teknologi pertanian dan agroindustri berkelanjutan.

Kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals).