Peningkatan Kualitas Produksi Rempah dengan Teknologi Cabinet Dryer: Program Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna UGM di Desa Margoyoso, Magelang

Magelang, 02 November 2024. Tim Pengabdian Masyarakat berbasis Penerapan Teknologi Tepat Guna dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, FTP, UGM mengadakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Teknik Pengeringan Herba menggunakan Cabinet Dryer di Desa Margoyoso, Kajoran, Magelang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas mutu rempah-rempah lokal. Program ini diketuai oleh Dr. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc., dengan anggota tim pengabdian masyarakat lainnya, yaitu Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P., Ngadisih S.T.P., M.Sc., Ph.D., Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D., dan Dr. Eng. Mohammad Kholid Ridwan, S.T., M.Sc. 

Desa Margoyoso dikenal sebagai salah satu kampung proklim yang memiliki potensi rempah seperti cengkeh, empon-empon, kapulaga, sereh, dan kemukus. Sejak tahun 2018, desa ini bahkan telah berhasil mengekspor rempah kemukus ke Jerman dengan volume mencapai 6 ton. Namun, proses pengeringan di Desa Margoyoso masih dilakukan secara konvensional, sehingga belum optimal dalam mencapai kualitas dan kuantitas produk kering yang memenuhi standar ekspor. Oleh karena itu, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem UGM memandang perlu untuk memberkan pendampingan teknologi kepada masyarakat Desa Margoyoso. 

Pelatihan dan pendampingan teknik pengeringan rempah Desa Margoyoso dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa beserta Kelompok Tani Desa Margoyoso. Kegiatan pelatihan dimulai dengan pemaparan mengenai potensi besar yang dimiliki oleh Desa Margoyoso di bidang rempah-rempah, serta pentingnya teknologi pengeringan untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai jual produk. Selanjutnya, tim pengabdian masyarakat memberikan pendampingan langsung tentang cara pengoperasian dan perawatan mesin cabinet dryer, dimulai dari cara menghidupkan, mematikan, hingga pemeliharaan rutin yang perlu dillakukan untuk menjaga kinerja mesin. 

Peserta juga diberikan pelatihan terkait inovasi dan diversifikasi produk olahan rempah kering. Salah satu bentuk inovasi yang diajarkan adalah pembuatan teh celup rempah, yang diharapkan dapat menjadi produk unggulan desa. Selain itu, materi mengenai Good Manufacturing Processes (GMP) juga disampaikan kepada peserta, dengan tujuan agar proses produksi rempah di Desa Margoyoso sesuai dengan standar operasional yang baik sehingga menghasilkan produk berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar. 

 

Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis teknologi tepat guna ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan potensi rempah di Desa Margoyoso. Dengan adanya pendampingan teknologi ini, diharapkan produksi rempah kering desa setempat semakin meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sehingga mampu memenuhi standar ekspor dan memperluas peluang pasar. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses