DTPB FTP UGM–YESSA Gelar Lomba Inovasi Produk Kopi, Dorong Kreativitas KWT Desa Sambak

Magelang, 26 Juni 2026 – Setelah lebih dari empat tahun menjalankan program pendampingan pengembangan kopi, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) FTP UGM bersama program YESSA dan Pemerintah Desa Sambak menggelar Lomba Inovasi Produk Kopi sebagai ajang apresiasi bagi tujuh Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa transfer teknologi, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan mampu mendorong lahirnya berbagai produk kopi inovatif yang bernilai ekonomi.

Kegiatan ini mengundang tujuh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Sambak untuk menampilkan berbagai inovasi pengolahan dan cita rasa kopi khas Desa Sambak. Lomba menjadi ajang bagi setiap KWT untuk menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan produk kopi bernilai tambah sekaligus saling berbagi inspirasi dan pengalaman antar kelompok.

Dalam sambutannya, Dr. Devi Yuni Susanti mengapresiasi kehadiran seluruh KWT yang telah mengikuti rangkaian program pengembangan kopi hingga tahap akhir. Menurutnya, lomba inovasi produk kopi merupakan luaran dari berbagai pelatihan yang telah diberikan kepada para KWT selama beberapa tahun terakhir.

“Lomba ini merupakan hasil akhir dari pelatihan-pelatihan kopi yang telah diikuti oleh para KWT. Kami berharap program dan kegiatan inovasi kopi ini dapat terus dilanjutkan oleh para KWT sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Dr. Devi.

Mewakili Pemerintah Desa Sambak, Dahlan berharap program yang telah dijalankan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya bagi anggota Kelompok Wanita Tani.

“Kami berharap ibu-ibu KWT dapat memperoleh manfaat dari pengolahan kopi ini sebagai sumber pendapatan tambahan, baik bagi kelompok maupun bagi rumah tangga,” .

Sementara itu, Prof. Lilik Sutiarso menegaskan bahwa DTPB FTP UGM akan tetap membuka ruang pendampingan bagi masyarakat meskipun rangkaian pelatihan telah selesai. Ia mendorong para KWT untuk terus berkonsultasi apabila menemui kendala dalam proses produksi maupun pengembangan produk.

“Apabila menemui kendala, ibu-ibu KWT dapat menghubungi DTPB untuk memperoleh saran dan bantuan. Ke depan, tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama adalah aspek pemasaran produk-produk yang telah dihasilkan oleh KWT,” jelasnya.

Program pelatihan inovasi kopi di Desa Sambak telah diprakarsai oleh DTPB FTP UGM melalui program YESSA sejak tahun 2022. Selama empat tahun terakhir, pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui transfer teknologi pengolahan pascapanen, peningkatan proses produksi, hingga penguatan strategi pemasaran produk kopi.

Penilaian dan Uji Rasa Inovasi Kopi dari Tiap KWT

Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah penggunaan dome dryer untuk proses pengeringan biji kopi. Teknologi ini menggantikan metode penjemuran langsung di lantai sehingga proses pengeringan menjadi lebih higienis, lebih efisien, serta mampu menghasilkan mutu biji kopi yang lebih baik.

Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang Lomba Inovasi Produk Kopi Desa Sambak 2026. KWT Sekar Manis berhasil meraih Juara I berkat inovasi produk dan cita rasa kopi yang dinilai paling unggul. Juara II diraih oleh KWT Nusa Indah, sementara Juara III diraih oleh KWT Anggrek Bulan. Adapun penghargaan Juara Favorit diberikan kepada KWT Sekar Mawar atas kreativitas dan keunikan produk yang ditampilkan.

Ketua salah satu Kelompok Wanita Tani Desa Sambak, Ibu Yunaida, mengungkapkan bahwa lomba ini menjadi kesempatan bagi setiap kelompok untuk saling belajar dan memperoleh inspirasi dari inovasi yang dikembangkan peserta lain.

“Dengan adanya lomba ini kita jadi tahu apa saja inovasi dan produk luar biasa yang dikembangkan oleh KWT-KWT lain. Kita juga jadi tergerak untuk menggali berbagai potensi rempah-rempah yang ada di Desa Sambak. Kegiatan ini sangat membuka wawasan bagi kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk kopi ke depannya,” tuturnya.

Foto bersama para KWT Peserta Lomba

Melalui kegiatan ini, DTPB FTP UGM bersama YESSA berharap inovasi pengolahan kopi yang telah dikembangkan sejak tahun 2022 dapat terus berlanjut dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Kelompok Wanita Tani diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kopi lokal sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Sambak melalui produk-produk kopi yang inovatif dan berdaya saing.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses