Ho Chi Minh, 13–15 November 2025 — Kopi merupakan komoditas strategis Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya dan keseharian masyarakat. Dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia sebagai produsen kopi dunia, upaya peningkatan kualitas, efisiensi proses produksi, dan penguatan daya saing global menjadi sangat penting. Menjawab tantangan tersebut, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) bersama Universitas Ciputra Surabaya menjalin kerja sama riset strategis melalui Program Riset Kolaboratif Unggulan (RIKUB) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program RIKUB dirancang untuk mendorong riset lintas institusi yang berfokus pada solusi inovatif dan berkelanjutan bagi tantangan industri. Dalam program ini, tim UGM dan Universitas Ciputra mengangkat tema riset: “Strategi Keberlanjutan dan Penerapan Teknologi sebagai Pendorong Inovasi dan Efisiensi dalam Industri Kopi Skala Kecil dan Menengah.” Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pelaku industri kopi nasional, khususnya di sektor hulu-hilir yang masih menghadapi berbagai kendala seperti akses teknologi, efisiensi produksi, dan manajemen rantai pasok.
Tim peneliti UGM terdiri atas Dr. Chandra Setyawan, Dr. Makbul Hajad, Dr. Ansita Gupitakingkin Pradipta, dan Dr. Dwi Ayuni, sementara tim dari Universitas Ciputra meliputi Yoseva Maria Pujirahayu, M.B.A., Dr. Teofilus, dan Dr. Fahrul Riza. Kolaborasi kedua institusi ini mempertemukan keunggulan akademik dalam teknologi pertanian dengan pendekatan kewirausahaan dan inovasi bisnis yang menjadi kekuatan Universitas Ciputra.
Sebagai bagian dari rangkaian riset, tim melaksanakan kunjungan lapangan ke Vietnam, salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia yang dikenal memiliki sistem industri kopi yang maju, efisien, dan terintegrasi. Kunjungan ini dirancang untuk menggali praktik terbaik yang dapat menjadi referensi dalam merumuskan strategi penguatan industri kopi Indonesia.
Hari 1 – Eksplorasi Mekatronik Pascapanen di Ho Chi Minh University of Technology and Education

Kegiatan pertama dilakukan di Faculty of Mechanical Engineering, Ho Chi Minh University of Technology and Education. Pada kesempatan ini, diskusi berfokus pada potensi kolaborasi dalam pengembangan teknologi mekatronik untuk proses pascapanen kopi—mulai dari sortir, pengeringan, hingga pengolahan lanjutan. Pendekatan mekatronik dipandang sebagai kunci modernisasi industri kopi, terutama bagi UMKM yang membutuhkan teknologi tepat guna dengan biaya terjangkau.
Tim UGM dan UC juga meninjau fasilitas laboratorium, pusat riset, dan ruang pengembangan teknologi yang dimiliki fakultas tersebut. Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai bagaimana teknologi otomasi dan sistem mekanis terintegrasi diterapkan di negara eksportir kopi besar seperti Vietnam.
Hari 2 – FPT University: Integrasi AI untuk Modernisasi Industri Kopi

Pada hari kedua, tim berkunjung ke FPT University, Ho Chi Minh Campus. Pertemuan ini diawali dengan presentasi profil kelembagaan antara FPT, UGM, dan Universitas Ciputra. Diskusi kemudian berkembang pada penjajakan kerja sama pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mengembangkan teknologi pascapanen kopi yang lebih presisi dan efisien, termasuk potensi penerapan machine learning untuk grading mutu, optimasi proses pengeringan, dan pemantauan kualitas kopi berbasis sensor.
Kunjungan juga dilengkapi dengan tur ke berbagai fasilitas kampus serta interaksi dengan mahasiswa. Metode pembelajaran inovatif di kampus tersebut memberikan inspirasi bagi pengembangan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.
Hari 3 – Studi Industri di Viet Thien Production Trading and Service Company Limited

Kunjungan hari ketiga membawa tim ke Viet Thien Production Trading and Service Company Limited, salah satu perusahaan kopi ternama di Vietnam. Di tempat ini, tim mempelajari proses produksi kopi mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan primer dan sekunder, hingga tahap akhir pemasaran. Perusahaan ini menjadi gambaran nyata bagaimana Vietnam memadukan efisiensi produksi, manajemen rantai pasok, dan strategi pemasaran untuk memperkuat posisi sebagai eksportir kopi global.
Wawasan yang diperoleh dari kunjungan ini menjadi bahan penting dalam menyusun rekomendasi strategi peningkatan daya saing industri kopi Indonesia, terutama bagi UMKM yang perlu dukungan teknologi dan tata kelola produksi.
Rangkaian kegiatan ini memiliki relevansi kuat terhadap berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya:
- SDG 2: Zero Hunger
Mendukung sistem pertanian berkelanjutan melalui penguatan kapasitas petani dan pelaku UMKM kopi. - SDG 8: Decent Work and Economic Growth
Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas, modernisasi usaha, dan penciptaan peluang usaha. - SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure
Memperkuat riset inovatif dan penerapan teknologi dalam industri kopi dari hulu ke hilir. - SDG 12: Responsible Consumption and Production
Mendorong praktik produksi kopi yang efisien, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan.
Tim riset berharap bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan model pengembangan teknologi dan bisnis kopi yang dapat diterapkan di Indonesia. Dengan mempelajari praktik terbaik dari Vietnam dan memperkuat jejaring internasional, diharapkan dapat mempercepat transformasi industri kopi menuju sistem yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi pondasi bagi riset lanjutan dan kemitraan jangka panjang antara akademisi, industri, dan pemerintah.