Makassar, 24–25 November 2025 – Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM (DTPB FTP UGM), Dr. Arifin Dwi Saputro, diundang sebagai narasumber dalam kegiatan penguatan kompetensi instruktur di bidang pengolahan hilirisasi produk kakao. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Makassar. Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, inovasi pengolahan kakao, serta penyusunan modul pelatihan bagi para instruktur BBSPJIHPMM, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas layanan dan penerapan standardisasi industri kakao secara lebih optimal.
Dr. Arifin turut menggandeng Shodiq Maulana, S.T.P. sebagai asisten fasilitator selama berlangsungnya pelatihan. Materi utama yang diberikan adalah pelatihan hilirisasi produk kakao serta pengembangan olahan turunan, seperti cokelat batangan, cokelat artisan, cocoa spread, serta produk inovatif berbasis kakao lainnya. Pelatihan ini dirancang untuk memperluas wawasan instruktur mengenai proses pengolahan kakao modern sekaligus meningkatkan kapasitas dalam merancang modul pelatihan berbasis standardisasi industri.
Pada hari pertama, 24 November 2025, kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala BBSPJIHPMM, Siti Rohmah Siregar. Setelah pembukaan, peserta memperoleh pembekalan mengenai Teknologi Pengolahan Bean to Bar dan Produk Cokelat Inovatif, serta materi terkait Standardisasi Mutu Produk Olahan Kakao (GMP, HACCP, SNI, dan standar lainnya). Selain itu, peserta juga dibimbing dalam penyusunan Desain Modul Pelatihan Hilirisasi Cokelat yang menjadi dasar pembelajaran teknis pada sesi praktikum.
Pada hari kedua, 25 November 2025, Dr. Arifin bersama tim melakukan pendampingan praktik pengolahan cokelat sesuai standar internasional. Praktik ini menjadi ajang validasi ilmu sekaligus kesempatan peserta untuk menerapkan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Melalui kegiatan langsung ini, peserta memperoleh pengalaman teknis dalam mengolah kakao menjadi berbagai produk hilirisasi bernilai tambah.
Kontribusi kegiatan pelatihan hilirisasi produk kakao ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor industri berkelanjutan, peningkatan nilai ekonomi komoditas kakao, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDG 4: Quality Education), peningkatan produktivitas industri (SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure), serta pemberdayaan ekonomi berbasis hasil perkebunan lokal (SDG 8: Decent Work and Economic Growth).
Undangan kepada Dosen DTPB FTP UGM sebagai narasumber dalam kegiatan strategis ini menunjukkan pengakuan atas kepakaran dan kontribusi nyata dalam bidang pengolahan serta hilirisasi kakao di tingkat industri nasional.