Dosen DTPB FTP UGM Pimpin Program Percontohan Kemandirian Ekonomi Pesantren GNPIP

Bandung, 27–28 Januari 2026 – Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), Dr. Sri Rahayoe, memimpin Pilot Project Kemandirian Ekonomi Pesantren berbasis Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) komoditas hortikultura yang dilaksanakan pada 27–28 Januari 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Pilot project ini merupakan program yang ditugaskan oleh Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia kepada FTP UGM, dengan pendekatan low-cost communal greenhouse sebagai upaya penguatan aktivitas ekonomi pesantren berbasis hortikultura. Salah satu lokasi sasaran program adalah Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Ittifaq yang berlokasi di Kampung Ciburial, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sebagai ketua program, Dr. Sri Rahayoe mengoordinasikan tim lintas disiplin dari UGM yang terdiri atas Hilda Maya Sintia Dewi, M.Sc. (sebagai asisten peneliti dan dosen DTPB FTP UGM), Ir. Pujo Saroyo (Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM), Dodi Kastono, M.P. (Fakultas Pertanian UGM), serta Irkhas Bayu Faveryan, M.Eng. (Sekolah Vokasi UGM). Keterlibatan tim ini mendukung perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

Program dilaksanakan secara komunal dengan melibatkan lima pondok pesantren, di mana Kopontren Al Ittifaq berperan sebagai mentor, sementara empat pondok pesantren lainnya berperan sebagai mentee. Pendekatan ini digunakan untuk memfasilitasi pendampingan teknis dan berbagi pengalaman antar peserta program.

Kegiatan Sosialisasi Program dan Forum Group Discussion 

 

Untuk menyamakan pemahaman serta menyiapkan pelaksanaan kegiatan, tim pelaksana menyelenggarakan Sosialisasi Program dan Focus Group Discussion (FGD) selama dua hari pada tanggal 27 – 28 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan perwakilan pondok pesantren peserta, Bank Indonesia Jawa Barat, serta dinas terkait sebagai pemangku kepentingan dalam pengembangan komoditas hortikultura di wilayah Jawa Barat.

Melalui kegiatan ini, dibahas berbagai aspek teknis dan kelembagaan, termasuk kesiapan lokasi, peran masing-masing pihak, serta mekanisme pelaksanaan program di lapangan. Diskusi ini menjadi bagian dari tahapan awal sebelum implementasi kegiatan secara penuh.

Kunjungan Ke Lahan Pertanian di Kabupaten Bandung untuk Peninjauan Komoditas Unggulan dan Kesiapan Lokasi

Pelaksanaan pilot project ini mencerminkan peran dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM dalam pengelolaan kegiatan berbasis pengabdian dan kolaborasi lintas sektor. Secara umum, kegiatan ini juga berkaitan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik FTP UGM dalam mendukung pengembangan ekonomi pesantren berbasis pertanian hortikultura di tingkat lokal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses