Peneliti UGM Angkat Gagasan Rehabilitasi Lahan Pascatambang Timah di Forum Ilmiah Dunia

Vienna, Austria, Mei 2026 – Ketika industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan, dan perangkat elektronik global terus berkembang, kebutuhan terhadap timah juga semakin meningkat. Dilansir dari tradingeconomics.comIndonesia sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia memproduksi sekitar 50 ribu ton timah olahan pada tahun 2024 dan mencatat nilai ekspor yang mencapai sekitar US$1,43 miliar setiap tahun. Besarnya kontribusi timah terhadap devisa negara menunjukkan peran strategis komoditas ini dalam menopang industri nasional dan rantai pasok global. Namun, di balik manfaat ekonominya, aktivitas pertambangan juga menyisakan tantangan besar berupa lahan pascatambang yang memerlukan upaya rehabilitasi berkelanjutan.

Menanggapi isu tersebut, peneliti Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) memperkenalkan gagasan rehabilitasi lahan pascatambang timah berbasis soil health dan food safety pada forum ilmiah bergengsi EGU General Assembly 2026.

EGU 2026 Jadi Panggung Ilmiah Global

Penelitian tersebut dipresentasikan dalam EGU General Assembly 2026 yang berlangsung pada 3–8 Mei 2026 di Vienna, Austria. EGU (European Geosciences Union) General Assembly merupakan salah satu konferensi ilmiah paling bergengsi di bidang ilmu kebumian, lingkungan, dan sistem planet, yang mempertemukan sekitar 19.000 ilmuwan dari berbagai negara.

Forum internasional ini menjadi ruang penting bagi para peneliti untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi global, memperkenalkan inovasi, serta mendiskusikan berbagai solusi ilmiah terhadap isu-isu strategis dunia.

Partisipasi pada forum sekelas EGU juga memberikan dampak besar terhadap pengembangan penelitian karena membuka peluang pertukaran ide, akses terhadap perkembangan teknologi terbaru, hingga penguatan kolaborasi lintas institusi.

UGM Tawarkan Solusi Berbasis Kesehatan Tanah dan Keamanan Pangan

Delegasi DTPB FTP UGM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa mempresentasikan dua penelitian terkait rehabilitasi lahan pascatambang timah menggunakan pendekatan berbasis hayati (bio-based solutions).

Poster pertama dipresentasikan oleh Novita Dyah Pitaloka, mahasiswa Magister Teknik Pertanian UGM, melalui penelitian berjudul:

“Evaluating Post-Tin Mining Soil Regeneration and Heavy Metal Immobilization in Spinach (Amaranthus sp.) Using Biochar and Compost as Soil Amendments.”

Penelitian tersebut mengevaluasi efektivitas biochar dan kompos sebagai amandemen tanah untuk mendukung regenerasi tanah pascatambang sekaligus mengurangi mobilitas logam berat.

Sementara itu, Dr.nat.techn. Rizki Maftukhah mempresentasikan penelitian berjudul:

“Temporal Dynamics of Heavy Metal Uptake and Food Safety Risk in Cassava Grown on Rehabilitated Post-Tin Mining Soils.”

Penelitian tersebut mengkaji dinamika penyerapan logam berat pada tanaman ubi kayu yang ditanam di lahan rehabilitasi pascatambang, sekaligus mengevaluasi potensi resikonya terhadap keamanan pangan.

Kedua penelitian tersebut menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi lahan tidak hanya diukur dari tumbuhnya vegetasi, tetapi juga perlu memperhatikan kesehatan tanah, kualitas hasil pertanian, dan aspek keamanan pangan bagi masyarakat.

Dorong Gagasan Sustainable Agriculture

Menurut Dr.nat.techn. Rizki Maftukhah, keikutsertaan dalam EGU General Assembly 2026 bukan hanya menjadi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga ruang untuk memperluas perspektif ilmiah dan membangun jejaring kolaborasi internasional.

“Forum seperti EGU memberikan kesempatan bagi kami untuk membagikan hasil penelitian pada panggung global sekaligus memperoleh banyak masukan dari peneliti lain. Selain itu, kami juga bisa bertukar ide, memperluas networking, serta mendapatkan wawasan baru terkait perkembangan teknologi dan instrumen penelitian terbaru, khususnya pada bidang soil health dan food safety*,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa pengalaman tersebut juga dapat menjadi pemicu lahirnya penelitian lanjutan yang lebih relevan terhadap isu pertanian berkelanjutan.

“Harapannya, keterlibatan dalam forum internasional seperti ini dapat menginspirasi pengembangan penelitian berikutnya, khususnya yang berkaitan dengan sustainable agriculture dan solusi nyata terhadap tantangan lingkungan di masa depan,” tambah beliau.

Komitmen DTPB FTP UGM Menjawab Tantangan Lingkungan Global

Partisipasi dosen dan mahasiswa DTPB FTP UGM dalam EGU General Assembly 2026 didukung melalui Program World Class Academic Excellence Equity Tahun 2025/2026 Skema B, serta kolaborasi bersama BOKU Vienna dan BRIN.

Keterlibatan ini menunjukkan komitmen DTPB FTP UGM dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.

Melalui pengembangan strategi rehabilitasi lahan pascatambang berbasis kesehatan tanah dan keamanan pangan, penelitian yang dikembangkan UGM diharapkan dapat berkontribusi pada solusi berkelanjutan, baik bagi wilayah penghasil timah seperti Bangka maupun dalam mendukung agenda global terkait sistem pangan dan pengelolaan lingkungan masa depan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses