DTPB FTP UGM dan Perum BULOG Perkuat Sinergi Riset Teknologi Pascapanen untuk Ketahanan Pangan

Yogyakarta, 5 Agustus 2026 – Penguatan ketahanan pangan nasional membutuhkan dukungan teknologi pascapanen yang efisien, tepat guna, dan berbasis riset. Dalam upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), bersama Laboratorium Teknik Pangan dan Pascapanen menerima kunjungan dinas dari Perum BULOG pada Rabu (5/8).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan dan penguatan kerja sama riset terapan antara akademisi dan Perum BULOG, khususnya dalam mengoptimalkan teknologi pengolahan dan penanganan hasil pertanian. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi proses pascapanen sekaligus menjaga kualitas komoditas pangan strategis bagi masyarakat Indonesia.

Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Perum BULOG

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Laboratorium Teknik Pangan dan Pascapanen DTPB FTP UGM, yaitu Prof. Nursigit Bintoro, Dr. Sri Rahayoe, Dr. Devi Yuni Susanti, Dr. Hanim Zuhrotul Amanah, dan Dr. Arifin Dwi Saputro.

Sementara itu, Perum BULOG diwakili oleh Andy Nugroho, S.T.P., M.M., Kepala Divisi Pengolahan BULOG; Danang Dwi Prastyo, S.T.P., M.Sc., Manajer Pengolahan Wilayah I; serta Mulkan Syarif, S.T.P., Asisten Manajer Operasi Pengolahan Wilayah I.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi riset yang dapat menjembatani kebutuhan industri dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi.

Sinergi tersebut dinilai penting mengingat Perum BULOG memiliki peran strategis dalam pengelolaan komoditas pangan nasional, sementara DTPB FTP UGM memiliki sumber daya akademik dan fasilitas laboratorium yang dapat mendukung pengembangan serta evaluasi teknologi pascapanen.

Optimalisasi Teknologi Pascapanen Berbasis Riset

Sebagai salah satu institusi yang berperan dalam pengelolaan pangan nasional, Perum BULOG memiliki berbagai infrastruktur pengolahan pascapanen padi, mulai dari Rice Milling Unit (RMU), mesin pengering (dryer), hingga mesin pengemasan (packing).

Keberadaan berbagai fasilitas tersebut membutuhkan dukungan kajian ilmiah agar teknologi yang digunakan dapat beroperasi secara optimal, efisien, serta mampu mempertahankan kualitas hasil pertanian.

Dalam konteks tersebut, Laboratorium Teknik Pangan dan Pascapanen DTPB FTP UGM memiliki potensi untuk berkontribusi melalui pengujian laboratorium, analisis karakteristik hasil pertanian, evaluasi teknologi pascapanen, serta pengembangan solusi berbasis penelitian.

Kolaborasi antara kedua institusi diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan operasional di lapangan dengan pendekatan ilmiah yang dikembangkan melalui penelitian di perguruan tinggi.

Fokus pada Efisiensi Pengolahan dan Pengurangan Food Loss

Salah satu fokus yang menjadi perhatian dalam rencana kerja sama adalah optimasi teknologi pascapanen dan efisiensi proses pengolahan hasil pertanian. Kajian tersebut mencakup evaluasi kinerja teknologi, analisis rendemen hasil pengolahan, hingga upaya mengurangi potensi kehilangan hasil atau food loss.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada evaluasi dan peningkatan efisiensi sistem penyimpanan komoditas pangan utama. Pengelolaan penyimpanan menjadi aspek penting untuk memastikan kualitas komoditas tetap terjaga selama periode penyimpanan, distribusi, hingga sampai kepada konsumen.

Salah satu aspek yang dapat dikaji lebih lanjut adalah analisis rendemen gabah dan beras berdasarkan karakteristik serta kualitas bahan. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi efisiensi proses pengolahan sekaligus menentukan strategi penanganan yang sesuai.

Penjaminan mutu hasil pertanian selama penyimpanan dan distribusi juga menjadi bagian penting dalam rencana kolaborasi. Dengan dukungan pengujian dan analisis berbasis laboratorium, proses pengolahan dan penyimpanan diharapkan dapat dilakukan dengan lebih terukur.

Laboratorium sebagai Penghubung Riset dan Kebutuhan Industri

Kolaborasi antara DTPB FTP UGM dan Perum BULOG juga menjadi bentuk nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan industri.

Melalui fasilitas laboratorium serta kompetensi keilmuan yang dimiliki, DTPB FTP UGM dapat mendukung proses evaluasi teknologi yang digunakan di lapangan. Hasil pengujian dan penelitian selanjutnya dapat menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Sinergi tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara pembelajaran, penelitian, dan penerapan teknologi. Pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat diarahkan untuk menjawab persoalan nyata dalam sistem pengolahan dan pengelolaan pangan.

Dengan demikian, kolaborasi tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada terciptanya proses pengolahan yang lebih efisien, pengurangan kehilangan pangan, serta peningkatan konsistensi mutu beras yang diterima masyarakat.

Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Kolaborasi riset antara DTPB FTP UGM dan Perum BULOG diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan sistem pascapanen dan logistik pangan nasional.

Melalui riset terapan, pengujian laboratorium, evaluasi teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia, kedua institusi memiliki peluang untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan komoditas pangan di Indonesia.

Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan berbagai kegiatan lanjutan, mulai dari riset terapan, pengujian laboratorium, evaluasi teknologi pascapanen, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui sinergi antara akademisi dan BUMN, DTPB FTP UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertanian dan pascapanen yang mampu mendukung efisiensi, keberlanjutan, serta kemandirian pangan Indonesia.

Kolaborasi dengan Perum BULOG menjadi salah satu langkah strategis dalam mempertemukan inovasi berbasis riset dengan kebutuhan nyata di sektor pangan, sehingga teknologi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat langsung bagi penguatan sistem pangan nasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses