Lampung, 5 Agustus 2026 – Pengembangan teknologi pascapanen membutuhkan pemahaman terhadap kondisi dan kebutuhan industri secara langsung. Dalam rangka memperluas peluang kolaborasi riset terapan, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) melakukan kunjungan ke PT Great Giant Pineapple (GGP) di Lampung pada 4–5 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan untuk melihat secara langsung proses penanganan produk hortikultura sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pascapanen dan distribusi. Pembahasan mencakup komoditas nanas dan pisang, termasuk peluang pengembangan teknologi untuk pemantauan dan deteksi mutu produk.
Dari DTPB FTP UGM, kegiatan diwakili oleh Dr. Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D. Diskusi bersama pihak GGP membahas kebutuhan teknologi yang dapat mendukung proses penanganan produk, khususnya dalam mendeteksi kondisi internal buah yang tidak dapat diketahui melalui pengamatan dari luar.
Mengidentifikasi Tantangan Mutu Internal Nanas

Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian adalah kondisi translucent pada buah nanas, yaitu perubahan kondisi daging buah yang terlihat transparan atau seperti berair. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam proses sortasi karena tidak selalu dapat diketahui berdasarkan penampakan bagian luar buah.
Selain kondisi translucent, tingkat kematangan internal nanas juga menjadi salah satu kebutuhan yang dibahas. Pengamatan terhadap bagian luar belum selalu dapat memberikan informasi mengenai kondisi bagian dalam buah.
Dalam diskusi, dibahas beberapa peluang teknologi non-destruktif yang dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi internal buah, antara lain inframerah, spektroskopi, pencitraan termal, dan X-ray. Pengembangan teknologi tersebut berpotensi mendukung proses inspeksi mutu tanpa harus merusak produk.
Melihat Langsung Proses Penanganan Produk

Kunjungan lapangan dilanjutkan dengan melihat proses penanganan nanas di packing house GGP. Proses penanganan untuk produk ekspor meliputi pencucian, coating, pengeringan coating, pemasangan label dan foam net, pengemasan, hingga rapid cooling sebelum produk dikirim.
Sementara itu, produk yang ditujukan untuk pasar lokal memiliki sistem penanganan yang berbeda, termasuk dalam penggunaan penyimpanan dingin. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pengendalian pascapanen juga dipengaruhi oleh tujuan distribusi dan lama perjalanan produk.
Dalam kunjungan tersebut turut dibahas potensi kerusakan mekanis selama proses penanganan serta kemungkinan dampaknya terhadap kondisi internal buah. Permasalahan pertumbuhan jamur pada bagian mahkota juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses penanganan produk.
Membuka Peluang Pengembangan Teknologi Non-Destruktif

Berbagai permasalahan yang ditemukan selama kunjungan menunjukkan adanya peluang pengembangan teknologi untuk mendukung proses sortasi dan pengendalian mutu produk hortikultura.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah X-ray untuk mendeteksi kondisi internal buah. Teknologi ini berpotensi digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan atau perubahan kondisi bagian dalam yang tidak dapat diamati secara visual dari permukaan.
Kebutuhan serupa juga ditemukan pada komoditas lain yang ditangani GGP, seperti jambu. Kondisi internal buah, termasuk tingkat kemerahan bagian dalam, menjadi salah satu aspek yang sulit diketahui tanpa menggunakan metode inspeksi tertentu.
Memperkuat Kolaborasi Riset DTPB FTP UGM dan PT GGP
Kunjungan DTPB FTP UGM ke PT Great Giant Pineapple menjadi salah satu langkah dalam menghubungkan kebutuhan teknologi di industri dengan kompetensi penelitian di perguruan tinggi. Berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan penelitian yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi ke depan berpotensi mencakup pengembangan teknologi deteksi mutu internal, pemantauan kondisi produk, serta teknologi pascapanen non-destruktif. Selain pengembangan penelitian, kerja sama juga membuka peluang pelaksanaan kerja praktik bagi mahasiswa DTPB FTP UGM di PT Great Giant Pineapple, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai proses penanganan dan pengendalian mutu produk hortikultura di lingkungan industri.
Melalui kunjungan dan diskusi langsung dengan industri, DTPB FTP UGM terus membuka peluang pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi dengan PT Great Giant Pineapple menjadi salah satu langkah dalam menghubungkan pengembangan teknologi pascapanen berbasis riset dengan penerapannya pada industri hortikultura.
Oleh : Naufal Lathif Perdana
Editor : Haryo Prasetyo