Si Kendil untuk Mengurangi Ancaman Kekeringan di Bukit Dermo

[:id]

Kamis, 23 Juli 2020 telah dilaksanakan kerja bhakti kelompok tani Kebun Buah Nawungan dan Pokdarwis Nawungan – Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul. Tujuan utama kerja bhakti adalah penanaman kendil di sekitar tanaman utama (tanaman durian, kelengkeng dan alpukat) di Bukit Dermo. Kendil adalah gerabah yang terbuat dari tanah lempung, umumnya digunakan untuk wadah masakan atau memasak. Dinding kendil memiliki kemampuan merembeskan air/cairan secara perlahan-lahan karena difusitasnya yang bernilai kecil. Sifat inilah yang digunakan oleh salah satu staf pengajar pada Departemen Teknik Pertanian FTP UGM yaitu Chandra Setyawan, STP., M.Eng., Ph.D. untuk memitigasi kekeringan di lahan budidaya buah-buahan Bukit Dermo.

Pemasangan kendil berisi air untuk menjaga kelembaban tanah sekitar bibit pohon


Bukit Dermo terletak pada zona Pegunungan Selatan Pulau Jawa, yang memiliki topografi berupa dataran hingga perbukitan, tersusun oleh material batuan dari Formasi Nglanggeran dan Formasi Wonosari. Karakteristik lahan di Bukit Dermo adalah kawasan berbukit dengan batuan dasar yang keras dan tanah tipis, sehingga sulit untuk menyerap dan menyimpan air. Kondisi ini diperparah dengan curah hujan per tahun < 1.500 mm. Pada musim kemarau, Bukit Dermo – Kebun Buah Nawungan dan sekitarnya mengalami permasalahan kekeringan yang mengancam tanaman budidaya. Penanaman kendil sebagai salah satu metode pemberian air (irigasi) diharapkan dapat mengurangi dampak negatif kekeringan pada pertumbuhan tanaman budidaya. Adaptasi pertanian dengan irigasi kendil merupakan salah satu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pendidikan Bagi Pembangunan Berkelanjutan UGM khusus penanganan dampak Pandemi Covid 19.

Kendil yang sudah terpasang



Kontributor: Ngadisih

[:en]

Kamis, 23 Juli 2020 telah dilaksanakan kerja bhakti kelompok tani Kebun Buah Nawungan dan Pokdarwis Nawungan – Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul. Tujuan utama kerja bhakti adalah penanaman kendil di sekitar tanaman utama (tanaman durian, kelengkeng dan alpukat) di Bukit Dermo. Kendil adalah gerabah yang terbuat dari tanah lempung, umumnya digunakan untuk wadah masakan atau memasak. Dinding kendil memiliki kemampuan merembeskan air/cairan secara perlahan-lahan karena difusitasnya yang bernilai kecil. Sifat inilah yang digunakan oleh salah satu staf pengajar pada Departemen Teknik Pertanian FTP UGM yaitu Chandra Setyawan, STP., M.Eng., Ph.D. untuk memitigasi kekeringan di lahan budidaya buah-buahan Bukit Dermo.

Pemasangan kendil berisi air untuk menjaga kelembaban tanah sekitar bibit pohon


Bukit Dermo terletak pada zona Pegunungan Selatan Pulau Jawa, yang memiliki topografi berupa dataran hingga perbukitan, tersusun oleh material batuan dari Formasi Nglanggeran dan Formasi Wonosari. Karakteristik lahan di Bukit Dermo adalah kawasan berbukit dengan batuan dasar yang keras dan tanah tipis, sehingga sulit untuk menyerap dan menyimpan air. Kondisi ini diperparah dengan curah hujan per tahun < 1.500 mm. Pada musim kemarau, Bukit Dermo – Kebun Buah Nawungan dan sekitarnya mengalami permasalahan kekeringan yang mengancam tanaman budidaya. Penanaman kendil sebagai salah satu metode pemberian air (irigasi) diharapkan dapat mengurangi dampak negatif kekeringan pada pertumbuhan tanaman budidaya. Adaptasi pertanian dengan irigasi kendil merupakan salah satu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pendidikan Bagi Pembangunan Berkelanjutan UGM khusus penanganan dampak Pandemi Covid 19.

Kendil yang sudah terpasang



Kontributor: Ngadisih

[:]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.