DTPB FTP UGM dan DTETI UGM Kembangkan Sistem Pemantauan Kualitas Udara Real-Time di Desa Sambak

Magelang, 11 November 2025 – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) bersama Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) UGM mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Pengembangan teknologi yang didukung melalui pendanaan YESSA (Yanmar Environmental Sustanability Support Agency) ini menjadi bagian dari komitmen DTPB FTP UGM dalam mendukung implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Desa Sambak melalui penyediaan data kualitas udara secara real-time sebagai dasar pengelolaan lingkungan berbasis data.


Kolaborasi Lintas Disiplin Kembangkan Sistem Pemantauan Kualitas Udara

Sistem pemantauan kualitas udara tersebut dikembangkan oleh Dr. Ir. Radi dari DTPB FTP UGM bersama Dr. I Wayan Mustika, S.T., M.Eng., dosen dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) UGM. Kolaborasi lintas disiplin ini mengintegrasikan teknologi sensor lingkungan, Internet of Things (IoT), serta Decision Support System (DSS) untuk menghasilkan sistem pemantauan emisi udara yang mampu memberikan informasi kondisi lingkungan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan.

Pemantauan kondisi sensor yang dilakukan oleh Dr. Radi (kanan) dan Dr. Wayan (kiri)

Pengembangan Real-Time Air Quality Monitoring System dan Decision Support System ini bertujuan untuk memantau kondisi emisi udara di Desa Sambak secara berkelanjutan sekaligus berfungsi sebagai early warning system. Apabila terjadi peningkatan konsentrasi gas maupun partikulat yang melebihi ambang batas tertentu, sistem akan memberikan peringatan dini sehingga pemerintah desa maupun pengelola lokasi dapat segera melakukan langkah mitigasi yang diperlukan.


Pemantauan Emisi Udara Berbasis IoT dan Decision Support System

Sensor yang dikembangkan mampu memantau berbagai parameter kualitas udara yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat maupun lingkungan. Parameter yang dipantau meliputi:

  • Karbon dioksida (CO₂)
  • Dinitrogen oksida (N₂O)
  • Metana (CH₄)
  • Oksigen (O₂)
  • Debu (dust/particulate matter)

Pemantauan terhadap berbagai parameter tersebut memberikan gambaran kondisi kualitas udara secara lebih komprehensif pada lokasi-lokasi yang memiliki aktivitas produksi maupun pengolahan hasil pertanian.

Sensor kualitas udara hasil pengembangan DTPB FTP UGM bersama DTETI FT UGM

Selain menampilkan data pemantauan secara langsung, sistem ini juga dilengkapi Decision Support System (DSS) yang mampu membantu proses analisis kondisi lingkungan berdasarkan data sensor yang diperoleh secara kontinu. Integrasi antara teknologi sensor, IoT, dan sistem pendukung keputusan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan kualitas udara sekaligus memperkuat upaya mitigasi terhadap potensi pencemaran udara di tingkat desa.


Tiga Titik Sensor Dukung Pengelolaan Lingkungan Desa Sambak

Sebanyak tiga sensor node dipasang di lokasi-lokasi strategis yang mewakili berbagai aktivitas masyarakat di Desa Sambak, yaitu pabrik tahu milik warga, kebun buah agroforestry Desa Sambak, dan Unit Pengolahan Kopi Sambak. Ketiga lokasi tersebut dipilih untuk memperoleh informasi mengenai dinamika kualitas udara pada sektor agroindustri, pertanian, dan pengolahan hasil pertanian yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Pemasangan sensor kualitas udara di pabrik tahu milik warga

Seluruh perangkat sensor terhubung dengan platform Thingsnesia sehingga data kualitas udara dapat dipantau secara real-time melalui jaringan internet. Melalui platform tersebut, Pemerintah Desa Sambak dapat mengakses informasi kondisi kualitas udara harian, memantau tren perubahan emisi pada setiap titik pemantauan, serta memanfaatkan data tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan desa.

Pemasangan sensor kualitas udara di kebun buah Sambak

Keberadaan sistem ini juga memungkinkan pemerintah desa melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus memperoleh peringatan dini apabila terjadi peningkatan emisi udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat maupun aktivitas produksi di Desa Sambak.


Mendukung Program Kampung Iklim Melalui Teknologi Berbasis Data

Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari pengembangan smart village yang tengah didorong di Desa Sambak melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Ketersediaan data kualitas udara secara real-time tidak hanya meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam melakukan pengawasan lingkungan, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan maupun langkah-langkah pengelolaan lingkungan yang lebih tepat sasaran.

Pengembangan sistem pemantauan kualitas udara ini merupakan bagian dari komitmen DTPB FTP UGM bersama YESSA Project dalam mendukung implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Desa Sambak. Melalui pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Decision Support System, desa kini memiliki sistem yang mampu menyediakan informasi kualitas udara secara real-time sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan.

Kolaborasi antara DTPB FTP UGM dan DTETI UGM ini diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di berbagai desa lainnya. Inovasi tersebut tidak hanya memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis data, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi pencemaran udara serta mendukung terwujudnya desa yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses